![]()
TANJUNG REDEB — Pembangunan Jembatan Muara Lesan atau yang dikenal dengan Jembatan Kelay III di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali menjadi sorotan. Proyek yang telah dimulai sejak 2019 tersebut disebut telah menyerap anggaran lebih dari Rp37,2 miliar, namun hingga kini belum rampung dan belum dapat difungsikan oleh masyarakat.
Berdasarkan penelusuran terhadap riwayat pelaksanaan proyek, pembangunan jembatan tersebut dilakukan secara bertahap dengan pergantian kontraktor pelaksana dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, pekerjaan dilaksanakan oleh PT Karyatarna Nagasari dengan nilai kontrak sekitar Rp11,6 miliar, antara lain untuk pekerjaan fondasi dan pilar penyangga.
Kemudian pada 2025, pekerjaan dilanjutkan oleh PT Maluang Prima dengan nilai sekitar Rp17,2 miliar, untuk pembangunan struktur badan jembatan.
Sementara pada 2026, pekerjaan kembali dilanjutkan oleh CV Boka Putra Borneo dengan nilai kontrak Rp8.437.919.000, untuk penyempurnaan jalur pendekat.
Jika nilai pekerjaan tiga tahun tersebut dijumlahkan, totalnya mencapai sekitar Rp37,2 miliar. Namun, pembangunan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu belum menghasilkan jembatan yang dapat dimanfaatkan secara penuh oleh masyarakat.
Sempat Terhenti pada 2020–2023
Tahap awal pembangunan Jembatan Muara Lesan diketahui telah dimulai sejak 2019. Namun, proyek tersebut sempat terhenti pada periode 2020 hingga 2023 sehingga tidak menunjukkan kemajuan berarti.
Pembangunan kemudian kembali dilanjutkan secara bertahap mulai 2024 hingga 2026 dengan kontraktor yang berbeda.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas pelaksanaan proyek, kesinambungan pekerjaan, serta kepastian kapan jembatan tersebut benar-benar dapat digunakan.
Kondisi Fisik Jadi Sorotan
Dari dokumentasi dan penelusuran di lapangan, kondisi fisik Jembatan Kelay III disebut masih belum selesai. Sejumlah struktur fondasi dan pilar penyangga terlihat belum seluruhnya tersambung dengan struktur utama, sementara akses menuju jembatan masih terdapat bagian yang berupa tanah.
Kondisi tersebut juga memunculkan dugaan dari sejumlah pihak bahwa terdapat bagian pekerjaan yang perlu diperiksa kembali kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.
Beberapa hal yang menjadi sorotan antara lain dugaan ketidaksesuaian dimensi struktur maupun kualitas material dengan perencanaan teknis, kondisi sejumlah bagian beton yang dilaporkan mulai mengalami retak dan ditumbuhi lumut, serta pergantian kontraktor pelaksana yang dinilai berpotensi memengaruhi kesinambungan pekerjaan.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan perbandingan antara besarnya anggaran yang telah dialokasikan dengan progres fisik pembangunan yang terlihat di lapangan.
Namun demikian, dugaan mengenai ketidaksesuaian spesifikasi maupun kualitas pekerjaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis dan audit dari pihak berwenang untuk memastikan kebenarannya.
Warga Minta Pemeriksaan Transparan
Jembatan Muara Lesan memiliki arti penting bagi masyarakat Kecamatan Kelay, khususnya dalam menunjang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai progres pembangunan, penggunaan anggaran, kendala yang menyebabkan pekerjaan berlangsung bertahun-tahun, serta target penyelesaian jembatan tersebut.
Jika dalam pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan, warga berharap dapat ditindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
PPK Belum Berikan Keterangan
Hingga berita ini ditayangkan, media ini masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Ammar Fanani, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jembatan Muara Lesan pada Bidang Bina Marga DPUPR Berau.
Keterangan dari pihak DPUPR Berau diperlukan untuk menjelaskan secara resmi penyebab keterlambatan pembangunan, progres pekerjaan terbaru, rincian penggunaan anggaran, kendala teknis maupun nonteknis, serta kepastian waktu penyelesaian Jembatan Muara Lesan atau Jembatan Kelay III.
(Tim)

















Komentar