![]()
Buser24.com | Manyak Payed (Aceh Tamiang)
Setelah pasca bencana Hidrimeteorologi yang menerjang pusat pendidikan di 12 kecamatan dalam wilayah Kabuapten Aceh Tamiang pada 25 November tahun 2025 lalu, yang mengakibatkan pusat pendidikan baik tingkat SMA, SMP, SD, TK dan Paud lumpuh, Salah satunya tempat pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Tualang Cut Kecamatan Manyak Payed lumpuh total sehingga proses ngajar mengajar terhambat. Namun dengan demikian setelah pasca bencana berlalu, pihak pemerintahan Pusat melalui Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Dan Melalui progam Revitalisasi SD Negeri 1 Tualang Cut mendapatkan kucuran Dana yang bersumber dari APBN tahun2026 sebesar Rp2.185.568.747 untuk Proses revitalisasi bangunan SD yang sebelum mengalami rusak parah, baik dari ruang kelas, ruang Labor Komputer, Ruang Guru, ruang kepala sekolah , mobiler dan Lingkungan sekolah serta MCK, hingg saat ini bangunan tersebut masih terus berlangsung dan tahap demi tahap pelaksanaan pembangunan terhadap sekolah tersebut masih dikerjakan, dan terlihat aktivitas jam mengajar kembali aktif walaupun belum semuanya terpenuhi Selama proses pembangunan, kegiatan belajar mengajar masih belum berjalan secara normal.
Terkait hal tersbut, Plt.Kepala SD Negeri 1 Tualang Cut, Eva Yanti, S.Pd, yang didampingi Wakil Kepala Sekolah Ervika Handayani, S.Pd, mengatakan kepada pihak wartawan Buser24.com bahwa pelaksanaan pekerjaan revitalisasi diberikan waktu selama lima bulan. Namun, pihak sekolah berharap proses pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat dari waktu yang ditentukan agar aktivitas belajar mengajar kembali normal.
“Kami berharap pekerjaan ini dapat rampung dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, Semakin cepat selesai, semakin cepat pula siswa dapat kembali belajar dengan nyaman di ruang kelas yang semestinya,” ujar Eva Yanti saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).
Sambung Eva katakan “dampak kerusakan bangunan mengharuskan sejumlah siswa mengikuti pembelajaran dengan sistem penggabungan kelas. Siswa kelas 1A dan 1B hingga kelas 3A dan 3B saat ini belajar dalam satu ruangan, sehingga dua guru harus mengajar dua rombongan belajar secara bersamaan. Sementara itu, siswa kelas 4A hingga kelas 6B masih dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang tersedia.
“dari kondisi inilah tentu sangat mempengaruhi aktivitas proses belajar terhadap anak -anak murid. Karena itu, pihak sekolah terus berkoordinasi dengan Komite Sekolah selaku pelaksana pembangunan agar pekerjaan revitalisasi dapat dipercepat tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan dan bangunan.
“Kami memahami bahwa waktu pelaksanaan yang diberikan adalah lima bulan. Namun, mengingat kondisi pembelajaran yang belum normal, kami berharap pekerjaan dapat selesai lebih cepat sehingga seluruh siswa bisa kembali belajar dengan nyaman dan kondusif,”akhir penyampaian Eva kepada wartawan.
reporter : Andi






















Komentar