oleh

RA Raja Silang Menanti Sentuhan Revitalisasi, Komisi V DPRK Aceh Tamiang Siap Turun ke Lapangan

Loading

Buser24.com | Aceh Tamiang.

Senyum dan keceriaan anak-anak seharusnya menjadi pemandangan utama di lingkungan sekolah. Namun, kondisi berbeda masih terlihat di RA Raja Silang (Raudhatul Athfal Raja Silang) yang berada di Desa Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Satuan pendidikan anak usia dini berbasis Islam tersebut hingga kini masih menghadapi persoalan lingkungan sekolah pascabencana banjir yang melanda Aceh Tamiang pada 2025 lalu.

RA Raja Silang merupakan lembaga pendidikan berbentuk Raudhatul Athfal (RA) yang setingkat dengan Taman Kanak-Kanak (TK) dalam sistem pendidikan Islam. Lembaga pendidikan berstatus swasta tersebut tercatat memiliki NPSN 69728940 dan dalam pembinaan pendidikan serta keagamaannya berada di bawah koordinasi Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang.

Memasuki tahun ajaran 2026, tercatat sebanyak 108 siswa menempuh pendidikan di lembaga tersebut.

Namun, di balik aktivitas belajar dan bermain anak-anak, kondisi lingkungan sekolah masih menyisakan pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian bersama.

Pantauan di lingkungan sekolah menunjukkan ada sejumlah titik, terutama pada akses jalan masuk, halaman di sekitar ruang kelas, serta halaman menuju ruang kantor, masih mengalami kondisi becek ketika turun hujan. Situasi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga sekolah, tetapi juga berpotensi mengurangi kenyamanan anak-anak dalam mengikuti proses pembelajaran, Senin (07/09/2026).

Bagi anak usia dini, lingkungan sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca, mengenal angka maupun pendidikan agama. Sekolah merupakan ruang pertama bagi mereka untuk mengenal dunia luar, bermain, bersosialisasi dan membangun rasa percaya diri.

Karena itu, lingkungan sekolah yang aman, bersih, sehat dan nyaman menjadi bagian penting yang tidak seharusnya luput dari perhatian.

Komisi V DPRK Aceh Tamiang Siap Turun Melihat Kondisi Sekolah

Menanggapi kondisi tersebut, awak media Buser24.com  menghubungi Ketua Komisi V DPRK Aceh Tamiang, Adlansyah, Melaui via telefon Seluler pribadinnya ke no 0852 8500 xxxx

Adlansyah menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, khususnya jajaran Kementerian Agama di Kabupaten Aceh Tamiang, untuk mempertanyakan sekaligus mendorong adanya perhatian terhadap kebutuhan revitalisasi dan perawatan lingkungan RA Raja Silang.

Menurutnya, persoalan sarana lingkungan pendidikan tidak boleh dipandang sebagai persoalan kecil, terlebih ketika menyangkut kenyamanan dan keselamatan anak-anak yang setiap hari berada di lingkungan sekolah.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama untuk melihat bagaimana program revitalisasi dan perawatan lingkungan sekolah, khususnya RA Raja Silang ini. Jangan sampai persoalan lingkungan sekolah dibiarkan terlalu lama sehingga mengganggu aktivitas belajar anak-anak,” ujar Adlansyah.»

Ia juga menyatakan bahwa Komisi V DPRK Aceh Tamiang akan melakukan kunjungan langsung ke RA Raja Silang untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

Kunjungan tersebut, menurutnya, bukan semata-mata untuk mencari kekurangan, tetapi sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi dan mencari solusi bersama antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah dan instansi terkait”ujar Adlan ketua Komisi V DPRK Aceh Tamiang.

lanjut Adlan sampaikan “Kami ingin melihat langsung kondisinya. Kalau memang ada bagian lingkungan sekolah yang membutuhkan penanganan, tentu harus kita dorong bersama. Anak-anak ini adalah generasi yang sedang kita siapkan untuk masa depan Aceh Tamiang,” tegasnya.

Adlansyah menambahkan, perhatian terhadap lembaga pendidikan anak usia dini harus menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Sebab, pendidikan dasar pada usia dini merupakan fondasi yang akan menentukan perkembangan anak pada jenjang berikutnya.

“Pembangunan pendidikan tidak hanya berbicara tentang gedung dan proses belajar mengajar. Jalan masuk yang layak, halaman yang aman, lingkungan yang bersih dan fasilitas pendukung lainnya juga merupakan bagian dari kualitas pendidikan.

Ia berharap koordinasi antara DPRK, Kementerian Agama, pemerintah daerah dan pihak pengelola RA dapat menghasilkan langkah nyata, sehingga persoalan lingkungan RA Raja Silang dapat segera mendapatkan penanganan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran yang tersedia”Akhir penyampaian Adlansyah Ketua Komisi V DPRK Aceh Tamiang.

Jangan Biarkan Genangan Menjadi Cerita Anak-Anak

Kondisi RA Raja Silang menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak selalu selesai ketika air banjir telah surut. Ada lingkungan yang masih harus dibenahi, ada fasilitas yang perlu dipulihkan, dan ada kebutuhan masyarakat yang terkadang luput dari perhatian karena tidak selalu terlihat sebagai kerusakan besar.

Di tempat inilah 108 anak-anak menggantungkan sebagian proses tumbuh dan belajar mereka.

Mereka mungkin belum memahami bagaimana mekanisme anggaran pemerintah bekerja. Mereka juga tidak tahu siapa yang memiliki kewenangan memperbaiki halaman sekolah atau akses jalan masuk.

Yang mereka tahu hanyalah satu: mereka ingin datang ke sekolah, bermain bersama teman, belajar dengan nyaman dan pulang membawa cerita bahagia.

Karena itu, persoalan lingkungan RA Raja Silang sepatutnya tidak berhenti sebagai keluhan. Dan Ia harus menjadi panggilan untuk bergerak.

Sebab, membangun sekolah bukan hanya membangun dinding dan ruang kelas. Membangun sekolah berarti menciptakan tempat yang membuat seorang anak merasa aman untuk bermimpi.

Dan jangan sampai setelah bencana berlalu, bekas lumpur dan genangan justru menjadi bagian dari keseharian anak-anak yang sedang kita persiapkan menjadi generasi penerus daerah ini.

Kini, perhatian dan langkah nyata dari seluruh pihak sangat diharapkan. Bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memastikan bahwa anak-anak RA Raja Silang mendapatkan hak mereka untuk belajar di lingkungan yang layak, aman, sehat dan nyaman.

(Andi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *