![]()
Buser24.com | Aceh Tamiang.
Suasana penuh khidmat dan kesejukan menyelimuti halaman Masjid Baitulriddha, Kampung Sukajadi Paya Bujok, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Pelaksanaan acara dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Kampung Sukajadi Paya Bujok tidak sekadar menjadi agenda peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak, perjuangan, kesabaran, serta kasih sayang Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diisi dengan tausyiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Walidy Abdussyafi, S.Sos.I, Pimpinan Dayah Almadrus Langsa, yang beralamat di Sidodadi, Kecamatan Langsa Kota.
Di hadapan masyarakat dan para jamaah yang hadir, Ustadz Walidy menyampaikan pesan-pesan keislaman yang menggugah hati. Peringatan Maulid, menurutnya, hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi jalan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan.
“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah SAW, maka kecintaan itu harus terlihat dalam perilaku kita. Mari kita jaga shalat, pererat silaturahmi, hormati orang tua, sayangi anak-anak, dan jangan mudah menyakiti hati sesama,” demikian pesan yang disampaikan dalam tausyiah tersebut.
Yang sebelumnya, Datok Penghulu Kampung Sukajadi Paya Bujok “Susilo” dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir serta mendukung pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Secara singkat, Susilo mengajak seluruh masyarakat menjadikan Maulid sebagai momentum mempererat persaudaraan dan meningkatkan keimanan.
“Semoga melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita semua semakin mencintai Rasulullah SAW, semakin dekat kepada Allah SWT, serta mampu menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita sehari-hari. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Kampung Sukajadi Paya Bujok,” ujarnya.
Maulid Bukan Sekadar Perayaan
Ada banyak cara manusia mengenang seseorang yang dicintainya. Namun, mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan menyebut namanya, bukan pula sekadar menghadiri sebuah peringatan. Cinta kepada Rasulullah adalah ketika ajarannya hidup dalam sikap dan perbuatan kita.
Di tengah kehidupan yang semakin penuh kesibukan, perbedaan dan berbagai persoalan sosial, Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa manusia membutuhkan kembali keteladanan Rasulullah SAW tentang kesabaran ketika menghadapi ujian, kelembutan ketika menghadapi perbedaan, kejujuran ketika memegang amanah, serta kepedulian terhadap sesama.
Dari halaman Masjid Baitulriddha, lantunan shalawat dan tausyiah seakan mengajak setiap hati untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Mengingat kembali sosok mulia yang mengajarkan bahwa kekuatan seorang manusia bukan hanya terletak pada apa yang dimilikinya, tetapi pada seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H akhirnya bukan sekadar tentang mengenang hari kelahiran Rasulullah, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan akhlak Rasulullah dalam keluarga, masyarakat dan kehidupan sehari-hari.
Semoga kesejukan tausyiah yang disampaikan pada malam tersebut tidak berhenti ketika acara berakhir, tetapi terus menetap di dalam hati masyarakat Kampung Sukajadi Paya Bujok menjadi cahaya untuk memperbaiki diri, mempererat persaudaraan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Semoga kita semua mendapatkan syafaat Rasulullah SAW dan senantiasa berada dalam lindungan serta keberkahan Allah SWT.
(Andi).
















Komentar