![]()
Labura, buser24. Com
Pasar Murah yang digelar di Alun-Alun Aek Kanopan pada Jumat (22/5/26) sukses menarik perhatian masyarakat. Tidak hanya warga berdomisili di Aek Kanopan, banyak pengunjung yang datang dari luar wilayah Aek Kanopan demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau setelah melihat informasinya di media sosial!
Kegiatan ini dubuka langsung oleh Wakil Bupati Labuhanbatu Utara, Bapak Dr. H. Samsul Tanjung, S. T. M.H didampingi Sedakab, Kadis Perindag, Kadinsos, Kabag Perekonomian Labura, di sela-sela peninjauan, mereka berdialog langsung dengan warga untuk mendengar aspirasi serta memastikan program ini tepat sasaran.

Dr. H. Samsul Tanjung S.T.M.H, Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemkab bekerja sama dengan bulog bertujuan mengintensifkan pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah melalui Operasi Pasar Murah di sejumlah kawasan padat penduduk. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang hari besar agama, dan terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat melalui aksi nyata seperti ini terangnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Labura, Mara Pinpin Hasibuan. S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa stok yang disediakan kali ini sangat melimpah untuk memenuhi kebutuhan warga, di antaranya; Beras: 4 Ton, Minyak Goreng: 300 krat, Gula Pasir: 300 Kilogram, Telur Ayam: 100 Papan.
Untuk mengetahui jadwal titik lokasi terdekat dari daerah Anda (seperti wilayah Membang Muda dan sekitarnya), Anda bisa memantau jadwal resmi yang dirilis melalui kanal komunikasi pemerintah setempat, di antaranya:
Instagram: Cek pengumuman jadwal dan lokasi pasar murah di akun resmi Dinas Perdagangan Labura yaitu @disdagkopukm.labura.
Website Resmi: Pantau informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara melalui Portal Resmi Labura.
Melalui program tersebut, Pemkab Labura menghadirkan distributor utama dan pemasok besar langsung ke tengah masyarakat. Sejumlah lembaga dan perusahaan seperti Bulog, dilibatkan untuk menjamin pasokan bahan pokok tetap tersedia dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar tradisional.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian warga adalah minyak goreng subsidi. Produk yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) jauh lebih murah di lokasi pasar murah.
Skema subsidi tersebut dinilai membantu menekan pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Menurut Dewianra, harga berbagai kebutuhan rumah tangga yang dijual jauh lebih terjangkau dan murah dibandingkan harga pasar biasa.
“Alhamdulillah tadi kami sudah beli minyak goreng, telur, gula, beras, dan lainnya yang memang dibutuhkan ibu-ibu rumah tangga. Kalau untuk harganya jauh berbeda, jadi lebih menguntungkan bagi kami,” ujarnya.
Pemkab Labura menilai keberhasilan pelaksanaan pasar murah akan menjadi barometer efektivitas kebijakan pengendalian harga di tingkat daerah.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang hari besar keagamaan, terutama di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap meningkat pada periode Iduladha
(mala tim)
Editor….zamri.
