![]()
SAMARINDA — Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 49 Samarinda untuk sementara dialihkan ke sistem pembelajaran daring.
Kebijakan tersebut berlaku selama 17 hingga 18 September 2026, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran SMP Negeri 49 Samarinda Nomor 400.3.1/51/100.01.18.A49 tertanggal 16 September 2026 tentang Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla di SMPN 49 Samarinda.
Dalam surat tersebut disebutkan, kebijakan pembelajaran daring merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Samarinda Nomor 400.3.5/8529/100.01/2026 mengenai antisipasi dan penanganan dampak kabut asap karhutla di lingkungan satuan pendidikan.
Pihak sekolah juga mencantumkan rekomendasi Dinas Kesehatan Kota Samarinda Nomor 400.7.23/7450/100.02 terkait pelaksanaan pembelajaran daring sehubungan dengan kondisi kualitas udara akibat karhutla.
Wali Murid Sudah Disosialisasikan
Informasi mengenai perubahan sistem pembelajaran tersebut telah disampaikan kepada para wali murid melalui grup komunikasi sekolah pada Rabu malam, 16 September 2026.
Dalam percakapan grup sekitar pukul 21.30 WITA, sejumlah wali murid memberikan respons setelah menerima informasi bahwa pembelajaran keesokan harinya dilaksanakan dari rumah.
Beberapa wali murid juga meminta agar pihak sekolah menyampaikan informasi terkait mata pelajaran maupun tugas yang harus dikerjakan selama pembelajaran daring.
Pihak guru kemudian merespons bahwa informasi mengenai tugas akan disampaikan melalui grup.
Siswa Diminta Tetap di Rumah
Selain menerapkan pembelajaran daring, pihak sekolah meminta seluruh peserta didik tetap berada di dalam rumah dan berada dalam pengawasan orang tua.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan diinformasikan kembali dengan melihat keadaan atau kondisi cuaca selanjutnya.
Artinya, pelaksanaan pembelajaran setelah 18 September 2026 masih akan menyesuaikan perkembangan kondisi yang menjadi pertimbangan pihak sekolah.
Surat edaran tersebut ditandatangani Kepala SMP Negeri 49 Samarinda, Nurhasni, S.E., M.Pd., pada 16 September 2026.
Dengan kondisi kabut asap yang masih menjadi perhatian, aktivitas pendidikan di SMPN 49 Samarinda tetap berjalan dengan menyesuaikan metode pembelajaran. Untuk sementara, kegiatan belajar dipindahkan dari ruang kelas ke rumah masing-masing siswa.(Tim)






















Komentar