![]()
Buser24.com | Aceh Tamiang.
Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kediaman almarhumah ibunda dari Junaidi, yang terletak Dikampung Krueng Sikajang, Junaidi juga salah Satu dari Pendamping Desa (PD) Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Rasa kehilangan yang mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga, namun juga oleh seluruh keluarga besar Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Jum’at ( 24/07/206).
Sebagai bentuk empati dan solidaritas, jajaran Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Aceh Tamiang, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) yang bertugas di wilayah Kecamatan Manyak Payed hadir melaksanakan takziah sekaligus mendoakan bersama terhadap almarhumah agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Kehadiran para pendamping desa tersebut menjadi bukti bahwa hubungan yang terjalin selama menjalankan tugas pendampingan desa bukan sekadar hubungan profesi, melainkan telah tumbuh menjadi ikatan kekeluargaan yang saling menguatkan dalam suka maupun duka.
Turut hadir dalam kegiatan takziah tersebut Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Manyak Payed Muslim Budiman, Kasi PMK Selamet, seorang staf Kecamatan Manyak Payed, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Zulfan Arita, Tenaga Ahli Bidang BUM Desa Lena Afrina, serta seluruh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa dalam wilayah Kecamatan Manyak Payed.
Dalam tausyiah singkatnya, Muslim Budiman mengajak seluruh yang hadir khususnya para pendamping Desa, untuk menjadikan musibah kematian sebagai pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara.
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan menjemput. Karena itu, marilah kita memperbanyak amal kebaikan, menjaga silaturahmi, serta senantiasa berbakti kepada kedua orang tua selagi mereka masih bersama kita,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa setelah orang tua wafat, salah satu amalan yang tidak akan terputus adalah doa tulus dari anak-anak yang saleh dan salehah.
“Harta dan jabatan tidak akan mampu mengiringi seseorang ke alam kubur. Namun doa seorang anak yang saleh, amal jariyah, serta ilmu yang bermanfaat akan terus menjadi cahaya bagi kedua orang tua di alam akhirat. Mari kita doakan semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di surga-Nya yang penuh rahmat,” tutur Muslim Budiman.
Usai menyampaikan tausyiah, Muslim Budiman memimpin doa bersama yang diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh Tenaga Pendamping Desa yang hadir.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Aceh Tamiang, Zulfan Arita, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada Junaidi, beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Menurutnya, keluarga besar Tenaga Pendamping Profesional akan selalu hadir memberikan dukungan moril kepada rekan-rekan yang sedang mengalami musibah.
“Kami hadir bukan hanya sebagai rekan kerja, tetapi sebagai keluarga besar yang memiliki rasa persaudaraan. Semoga saudara kita Junaidi, beserta keluarga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadahnya diterima,” ujar Zulfan Arita.
Kegiatan takziah tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Doa-doa dipanjatkan sebagai wujud kasih sayang dan penghormatan terakhir kepada almarhumah, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan merupakan nilai luhur yang senantiasa dijaga oleh keluarga besar Tenaga Pendamping Profesional dalam Kabupaten Aceh Tamiang.
Di tengah duka yang menyelimuti, kebersamaan yang ditunjukkan para pendamping desa dan unsur Kecamatan Manyak Payed menjadi cerminan bahwa nilai kemanusiaan, solidaritas, dan ukhuwah tetap menjadi kekuatan utama dalam mengabdi kepada masyarakat maupun dalam mendampingi sesama di saat menghadapi ujian kehidupan terhadap diri kita.
Rep : Andi






















Komentar