![]()
PADANG – Aliansi Jurnalis Penyelamat Lingkungan Hidup (AJPLH) secara tegas menyoroti kebijakan dan teknis pengangkutan batubara menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. AJPLH menilai pola pengangkutan yang menggunakan kendaraan jenis dump truck saat ini sangat membahayakan keselamatan pemakai dan pengguna jalan.
Sorotan tajam ini bukan tanpa alasan. AJPLH menyoroti jalur yang dilalui oleh armada pengangkut batubara tersebut, di mana terdapat tanjakan dengan kemiringan yang cukup ekstrem dan curam. Hal ini dinilai sangat berisiko bagi keselamatan pengendara lain di jalan yang dilalui angkutan pengakut batubara tersebut..
Selain ancaman keselamatan lalulintas, Soni,S.H.,M.H.,M.Ling Ketua Umum AJPLH juga menyoroti keberadaan stockpile (tempat penimbunan) batubara yang bertebaran di sepanjang jalan Bypass Padang. Menurut AJPLH, keberadaan stockpile tersebut berdampak negatif langsung terhadap lingkungan sekitar. Saat musim kemarau tiba, abu batubara yang beterbangan sangat mengganggu kenyamanan serta membahayakan kesehatan pengendara sepeda motor yang melintas.
”Kami memandang perlu ada evaluasi menyeluruh terkait AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) lalulintas dan izin lingkungan stockpile batubara tersebut. Keselamatan warga dan kualitas udara adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan demi operasional pengangkutan,” tegas soni.
Terkait temuan tersebut, AJPLH mengaku akan melayangkan surat resmi kepada instansi terkait, yakni Dinas Perhubungan Kota Padang, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat. Surat tersebut mempertanyakan legalitas AMDAL lalulintas dan izin lingkungan dari stockpile batubara yang beroperasi di jalur Bypass saat ini.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada satupun pihak terkait yang berhasil dimintai keterangan atau memberikan konfirmasi mengenai kejelasan status AMDAL lalulintas maupun izin operasional stockpile yang disorot oleh AJPLH tersebut.
Tim Redaksi akan terus memantau dan mencoba mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan jawaban atas dampak yang ditimbulkan oleh masyarakat.(Tim Redaksi)
