![]()
KUTAI TIMUR, — Pelaksanaan proyek infrastruktur jalan di Desa Sandaran, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, tengah menuai sorotan. Proyek yang bersumber dari Anggaran Dana Desa tersebut diduga kuat dikerjakan asal-asalan dan mengabaikan prinsip transparansi publik.
Berdasarkan hasil pantauan langsung awak media di lapangan, terlihat kondisi fisik proyek jalan desa yang baru saja dibangun itu kualitasnya patut dipertanyakan. Selain dugaan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, di lokasi proyek juga tidak ditemukan adanya papan informasi anggaran.
Hal ini turut dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Sabtu (26/09/2026), salah seorang warga membenarkan bahwa proyek pembangunan jalan tersebut dibiayai menggunakan alokasi Dana Desa.
“Proyek ini memang baru saja dibangun. Namun, setiap ada kegiatan atau proyek pembangunan di desa ini, memang tidak pernah ada transparansi (papan informasi anggaran) kepada masyarakat,” ungkap warga setempat yang namanya enggan dipublikasikan.
Ketiadaan keterbukaan informasi ini memicu dugaan adanya penyimpangan, mengingat wujud fisik bangunan jalan dinilai sangat minim kualitas. Masyarakat desa pun merasa dirugikan dengan kondisi tersebut.
Merespons dugaan proyek “asal jadi” ini, warga setempat mendesak aparat terkait untuk segera mengambil tindakan. Mereka berharap ada evaluasi dan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa di wilayah tersebut.
“Kami berharap pihak yang berwenang, baik inspektorat maupun penegak hukum, segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Karena proyek di desa kami ini terkesan asal jadi saja dan realisasi fisiknya sangat tidak sesuai,” harap perwakilan warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Sandaran belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan warga dan temuan ketiadaan papan informasi pada proyek tersebut.(Tim)
















Komentar