oleh

250 Huntap Polri Presisi Terus Dikebut “Progres 96%” Harapan Baru Korban Banjir Aceh Tamiang

Loading

Buser24.com | Aceh Tamiang.

masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang untuk kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak kini semakin dekat menjadi kenyataan.

Hunian tetap (huntap) Polri Presisi yang dibangun bagi masyarakat terdampak banjir di kawasan Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, terus dikebut. Bahkan, pembangunan tahap pertama yang mencapai 250 unit kini telah berada pada tahap akhir.

Progres tersebut ditinjau langsung Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Kombes Pol. Iskandar ZA, sejumlah pejabat utama Polda Aceh serta para Kapolres, Selasa (22/9/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat bangunan berdiri. Kapolda Aceh juga memastikan berbagai fasilitas pendukung di kawasan huntap, mulai dari jalan hingga drainase, terus dikerjakan agar kawasan permukiman baru tersebut benar-benar siap ditempati masyarakat.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, pembangunan huntap Polri Presisi tahap pertama saat ini telah mencapai 96 persen. Artinya, hanya sekitar empat persen pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

“Untuk tahap pertama, progres pembangunan huntap Polri Presisi telah mencapai 96 persen dan menyisakan sekitar 4 persen pekerjaan,” ujar Joko usai mendampingi Kapolda Aceh meninjau lokasi.

Pembangunan huntap tersebut hadir dengan beberapa model rumah. Pada tahap pertama, terdapat rumah precast sebanyak 50 unit, rumah dengan sistem RUSPIN sebanyak 100 unit, serta rumah kayu sebanyak 50 unit.

Sementara pembangunan tahap kedua juga terus berjalan dengan tambahan 50 unit rumah.

Konsep pembangunan dibuat dengan teknologi dan material yang berbeda. Rumah precast menggunakan sistem pracetak untuk mempercepat proses pembangunan. Sementara rumah RUSPIN mengandalkan sistem panel instan yang dirancang kokoh, ekonomis dan memiliki daya tahan baik.

Adapun rumah kayu menggunakan material kayu meranti berkualitas yang diharapkan mampu memberikan suasana nyaman bagi masyarakat yang kelak menempatinya.

Menariknya, beberapa bagian pembangunan bahkan telah rampung sepenuhnya.

“Untuk rumah RUSPIN, baik tahap pertama maupun tahap kedua, pembangunannya telah selesai 100 persen. Begitu juga dengan rumah kayu sebanyak 50 unit yang telah selesai seluruhnya,” jelas Joko.

Jika tidak ada kendala berarti, seluruh rumah pada tahap pertama ditargetkan selesai paling lambat akhir tahun 2026 dan mulai dapat dihuni masyarakat pada awal 2027.

Bukan Sekadar Rumah

Pembangunan huntap ini tidak berhenti pada berdirinya bangunan rumah. Kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang agar masyarakat nantinya tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga lingkungan permukiman yang lebih nyaman.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh turut melihat langsung progres pembangunan jalan dan drainase di kawasan huntap.

Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kawasan permukiman, terlebih bagi masyarakat yang sebelumnya mengalami dampak banjir.

Penyelesaian jalan dan drainase diharapkan dapat dilakukan seiring dengan penyelesaian rumah sehingga kawasan huntap benar-benar siap digunakan ketika masyarakat mulai menempatinya.

Bagi masyarakat terdampak banjir, kehadiran huntap tentu bukan sekadar bangunan baru. Rumah tersebut menjadi simbol dimulainya kembali kehidupan setelah bencana merusak tempat tinggal dan memaksa sebagian warga menjalani masa pemulihan dalam kondisi penuh keterbatasan.

Joko menyampaikan, pembangunan Huntap Polri Presisi merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang.

“Pembangunan rumah atau huntap Polri Presisi ditargetkan paling lambat selesai pada akhir tahun ini,” katanya.

Dengan target tersebut, sebanyak 250 unit rumah tahap pertama diharapkan dapat rampung seluruhnya dan mulai ditempati masyarakat pada awal tahun depan.

Kini, pekerjaan tinggal menyelesaikan bagian-bagian akhir. Jika seluruh target dapat berjalan sesuai rencana, kawasan huntap di Simpang Kanan bukan hanya akan menjadi deretan rumah baru, tetapi juga menjadi titik awal bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk kembali menata kehidupan pascabencana.

(Andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *