oleh

Bupati dan Bunda PAUD Aceh Tamiang Serukan Pola Asuh Bijak di Era Digital, “Gawai Bukan Musuh” Tapi Tanpa Batas Bisa Merampas Masa Kecil Anak

Loading

Buser24.com | Aceh Tamiang.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, keberadaan smartphone telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, tersimpan tantangan besar bagi tumbuh kembang anak apabila penggunaannya tidak diimbangi dengan pendampingan dan pengawasan orang tua.

Fenomena anak yang lebih akrab dengan layar gawai dibandingkan lingkungan sekitarnya kini menjadi perhatian serius. Waktu bermain bersama teman mulai berkurang, interaksi dengan keluarga semakin terbatas, bahkan semangat belajar perlahan dapat memudar ketika anak terlalu larut dalam dunia digital.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Bupati Aceh Tamiang bersama Bunda PAUD mengajak para orang tua untuk tidak sekadar memberikan fasilitas teknologi kepada anak, tetapi juga menghadirkan pendampingan, kasih sayang, dan batasan yang jelas dalam penggunaan gawai di rumah.

Pesan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke TK Negeri 2 Pembina Karang Baru dan SD Negeri 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, dalam rangka memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),  Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, Kamis (16/07/26).

Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak cukup hanya mengandalkan sekolah. Keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membangun mental, kedisiplinan, dan kepercayaan diri anak, terutama di tengah derasnya arus perkembangan teknologi.

Menurutnya, kehadiran ayah dan ibu dalam kehidupan sehari-hari jauh lebih berharga dibandingkan sekadar memberikan anak akses tanpa batas terhadap perangkat digital. Karena itu, Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang sedang digalakkan di Aceh Tamiang menjadi simbol penting bahwa keterlibatan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis anak.

“Kita tidak bisa membiarkan anak tumbuh sendirian di balik layar gawai. Peran orang tua, khususnya kehadiran ayah dan ibu secara nyata di rumah, sangat krusial untuk menjaga kesehatan mental serta membina hubungan sosial mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri,” ujar Bupati Armia.

Pandangan serupa disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tamiang, Yuyun Armia. Menurutnya, masa transisi dari PAUD menuju Sekolah Dasar merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian penuh dari keluarga. Pada masa tersebut, anak memerlukan ruang untuk beradaptasi, belajar bersosialisasi, membangun rasa percaya diri, dan mengenal lingkungan belajar yang baru.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan smartphone tanpa aturan yang jelas berpotensi mengurangi fokus belajar sekaligus menghambat perkembangan sosial anak sejak usia dini.

“Penggunaan gawai tanpa kontrol yang ketat dapat mengikis semangat belajar anak sejak dini. Kami mengetuk hati para orang tua untuk lebih aktif mengawasi dan memberikan batasan yang jelas dalam penggunaan ponsel di rumah. Mari kita kembalikan ruang bermain dan ruang belajar yang sehat bagi mereka,” ungkap Yuyun Armia.

terkait hal ini, Lebih dari sekadar kunjungan seremonial, kegiatan tersebut membawa pesan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Orang tua memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk karakter anak melalui pola asuh yang bijak, termasuk dalam mengelola penggunaan teknologi di lingkungan keluarga.

Di era digital seperti sekarang, yang dibutuhkan bukanlah menjauhkan anak dari teknologi, melainkan mengajarkan mereka menggunakan teknologi secara sehat, bertanggung jawab, dan sesuai usia. Ketika keluarga, sekolah, dan pemerintah mampu berjalan seiring, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Komitmen inilah yang terus dibangun Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui sinergi bersama Forkopimda, SKPK, tenaga pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan, demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang ramah anak, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpijak pada nilai-nilai karakter dan budaya bangsa.

 

reporter : Andi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *