![]()
Buser24.com | Aceh Tamiang.
Pergantian pucuk pimpinan di tubuh kepolisian bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di balik prosesi pisah sambut yang berlangsung hangat di Pendopo Bupati Aceh Tamiang, tersimpan harapan besar akan keberlanjutan sinergi dalam menjaga keamanan sekaligus mengawal pembangunan daerah, Jum’at (31/07/26).
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus berjalan beriringan dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama agar roda pembangunan dapat bergerak tanpa hambatan.
“Kehadiran jajaran Polres Aceh Tamiang di tengah masyarakat telah memberikan rasa aman, semangat, dan kepastian bahwa negara selalu hadir untuk melindungi rakyatnya,” ujar Bupati Armia.
Ucapan tersebut menjadi penanda bahwa estafet kepemimpinan dari AKBP Muliadi kepada AKBP Robby Ansyari bukan sekadar pergantian nama di kursi Kapolres, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat.
Di hadapan unsur Forkopimda, para Kepala SKPK, tokoh masyarakat, serta tamu undangan, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada AKBP Muliadi atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polres Aceh Tamiang. Berbagai dinamika daerah, mulai dari menjaga keamanan, mendukung jalannya pemerintahan, hingga menghadapi dampak bencana hidrometeorologi, dinilai mampu dilalui melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan kepolisian.
Sementara itu, Kapolres Aceh Tamiang yang baru, AKBP Robby Ansyari, memohon doa restu dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sinergi yang telah terbangun serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, AKBP Muliadi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda dan masyarakat Aceh Tamiang atas kebersamaan yang terjalin selama masa tugasnya. Ia juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama mengemban amanah sebagai Kapolres.
Prosesi adat Tepung Tawar yang mengawali acara menjadi simbol penerimaan sekaligus doa agar pemimpin baru diberikan keselamatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas. Suasana penuh keakraban kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai kenangan atas perjalanan pengabdian yang telah dilalui.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari persoalan sosial, keamanan, hingga ancaman bencana alam, pergantian kepemimpinan di institusi kepolisian seharusnya tidak hanya dipandang sebagai agenda seremonial. Masyarakat menaruh harapan agar sinergi antara pemerintah daerah dan Polri semakin kuat, sehingga keamanan tetap terjaga, investasi dapat tumbuh, dan pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa. Sebab, daerah yang aman bukan hanya menjadi kebanggaan pemerintah dan aparat, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang.Jika diinginkan. (Andi).
















Komentar