oleh

Umat Katolik Separoki Hadiri Peresmian Gedung Pastoran dan Aula Paroki Santo Paulus Uskup Agung Medan

Loading

Buser24, Com. Langkat Sumatra Utara – Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai kegiatan di Paroki St. Paulus,sekaligus pelantikan pengurus DPP Paroki Paulus, diperkirakan 1600 jemaat yang diundang hadir dalam perayaan di – P,Brandan, Kabupaten Langkat, pada Minggu (12/7/2027).

Dalam rangkaian acara tersebut dilaksanakan pemberkatan Gedung pastoran sekaligus peresmian gedung aula baru.

Kegiatan itu dihadiri oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, serta diikuti ribuan umat Katolik yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari Kabupaten Aceh Tamiang, Kuala Simpang.

Kehadiran Uskup Agung Medan menjadi momen istimewa bagi para jemaat. Selain mengikuti ibadah dan prosesi pemberkatan, umat juga berkesempatan bertatap muka serta bersalaman langsung dengan pemimpin Keuskupan Agung Medan tersebut.

Salah seorang jemaat asal Kuala Simpang, Aceh, Bapak Simatupang (45), mengaku sangat bersyukur dapat menghadiri kegiatan tersebut.

“Kami merasa sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Sangat susah sekali bertemu dengan Uskup. Dengan adanya acara ini, kami sebagai jemaat dari Kuala Simpang, Aceh, dapat bertatap muka langsung dengan Uskup, bahkan kami bisa bersalaman langsung dengan beliau,” ujar Simatupang dengan wajah penuh kebahagiaan.

Pantauan, awak Media, dilapangan, terlihat juga warga sekeliling yang beragama Islam yang diundang Pihak panitia, hadir dalam peresmian gedung tersebut,acara berlangsung dengan khidmat, aman, dan penuh nuansa kekeluargaan dan keharmonisan umat beragama, hal itu terlihat, seperti penuturan dari seorang warga Teluk Meuku bernama Yudi (48) mengatakan,

“Peresmian gedung aula diharapkan menjadi sarana yang semakin menunjang berbagai kegiatan pelayanan, pembinaan iman, serta aktivitas sosial kemasyarakatan bagi umat Katolik di Paroki St. Paulus Pangkalan Brandan, walaupun kita beda agama, namun Silahturahmi harus tetap kita kedepankan, kita harus berpedoman’ Bhehenika Tunggal Ika’ berbeda- beda, suku agama dan ras, namun tali persaudaraan kita harus tetap terjaga, “tutur,Yudi.

Dilain pihak, Suwardi Haloho, selaku panitia, ” Merasa puas dengan hadirnya seluruh Jemaat dari berbagai daerah, dalam acara tersebut katanya, tamu-tamu yang datang beragama Islam, pihaknya menyediakan makan siang, berupa nasi kotak yang diolah oleh kaum muslimin,warga setempat kata Suwardi Haloho.

Ditambahkan,” Dalam acara Akbar tersebut ,terlihat simbol kebersamaan dan penguatan persaudaraan antar umat yang datang dari berbagai wilayah untuk merayakan syukur bersama, acara bersama, diselingi hiburan ‘ Goondang Batak ‘ dari Medan.
Reporter : Ucok Gultom.

Editor : Rid.STP

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *