![]()
Batu Bara — Untuk kedua kalinya, Polres Batu Bara bersama Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku kembali menggelar razia gabungan di dalam lembaga pemasyarakatan, Rabu malam (27/05/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Razia tersebut dipimpin langsung Kapolres Batu Bara, AKBP Doly Nelson HH Nainggolan, sebagai langkah antisipasi terhadap peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, serta aktivitas lain yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, bersama jajaran pejabat utama Polres Batu Bara dan personel gabungan dari kepolisian maupun petugas lapas.
Tim gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di sejumlah blok hunian warga binaan serta area-area yang dianggap rawan. Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya narkoba maupun handphone ilegal di dalam lapas.
Kapolres Batu Bara, AKBP Doly Nelson HH Nainggolan, menegaskan bahwa razia rutin tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian bersama pihak lapas dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan steril dari barang-barang terlarang.
“Razia bersama ini dilakukan untuk memastikan lingkungan lapas tetap aman dan bebas dari barang-barang yang dapat mengganggu keamanan serta proses pembinaan warga binaan,” tegas Kapolres.
Ia juga memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran di dalam lapas.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPC PJI-D Kabupaten Batu Bara, Nando Sagala, memberikan apresiasi atas langkah cepat Kapolres Batu Bara yang turun langsung memimpin razia di Lapas Labuhan Ruku.
Menurutnya, razia yang dilakukan untuk kedua kalinya tersebut menjadi sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum serius menjaga lapas tetap bersih dari praktik-praktik ilegal.
“Kami mengapresiasi ketegasan Kapolres Batu Bara yang langsung turun memimpin razia. Ini menunjukkan keseriusan aparat dalam memastikan lapas benar-benar steril dari peredaran narkoba maupun penggunaan handphone ilegal,” ujar Nando Sagala.
Nando menegaskan, pihak lapas juga harus memiliki komitmen kuat menjaga integritas dan pengawasan internal tanpa harus selalu menunggu razia dari kepolisian.
“Lapas harus mampu membuktikan bahwa pengawasan berjalan maksimal setiap saat, bukan hanya ketika ada razia gabungan. Jangan sampai masih ada ruang bagi aktivitas ilegal di dalam lapas. Pengawasan harus konsisten sesuai SOP Kementerian Hukum dan HAM maupun aturan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” tegasnya.
Ia berharap kondisi lapas yang aman, bersih, dan bebas dari barang terlarang dapat terus dipertahankan demi mendukung proses pembinaan warga binaan secara maksimal.
“Harapan kita jelas, lapas harus benar-benar bersih demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bersama,” pungkasnya.
(Nando Sagala)
