![]()
### Beberapa Judul Tajam dan Menarik:
1. **Puluhan Wartawan Geruduk Lapas Labuhan Ruku, Soroti Dugaan Intimidasi Pers dan Lemahnya Pengamanan**
2. **Aksi Wartawan Batu Bara Menggema di Depan Lapas Labuhan Ruku, Desak Investigasi Dugaan Penyimpangan**
3. **Pers Batu Bara Turun ke Jalan, Tuntut Transparansi dan Evaluasi Pimpinan Lapas Labuhan Ruku**
4. **Wartawan Batu Bara Gelar Aksi Damai, Soroti Dugaan Mafia dan Kebocoran Sistem di Lapas**
5. **60 Insan Pers Kepung Lapas Labuhan Ruku, Desak Pengusutan Dugaan Narkoba dan Intimidasi Pers**
6. **Lapas Labuhan Ruku Disorot, Wartawan Batu Bara Tuntut Negara Tak Kalah dari Mafia Penjara**
7. **Aksi Besar Wartawan Batu Bara: Dugaan Penyimpangan dan Intimidasi Pers Jadi Sorotan**
8. **Pers Batu Bara Bersatu, Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas**
9. **Wartawan Batu Bara Gelar Aksi Massa, Soroti Dugaan Pembiaran Sistemik di Lapas Labuhan Ruku**
10. **Kapolsek Talawi Pimpin Pengamanan Aksi Wartawan Batu Bara di Lapas Labuhan Ruku**
—
## Narasi Berita Versi Jurnalistik Media Online
Batu Bara,Buser24.com – Personel Polsek Talawi bersama Polres Batu Bara melaksanakan pengamanan aksi massa yang digelar sekitar 60 insan pers tergabung dalam gerakan “Wartawan Batu Bara” di depan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Selasa (11/05/2026).
Pengamanan aksi dipimpin Kabag Ops Polres Batu Bara yang diwakili Kapolsek Talawi AKP A. Sitorus, S.H. Aksi berlangsung tertib dan mendapat perhatian masyarakat sekitar yang turut menyaksikan jalannya penyampaian aspirasi para wartawan.
Dalam aksi damai tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait dugaan intimidasi terhadap insan pers, lemahnya sistem keamanan lapas yang dinilai menyebabkan tahanan dapat melarikan diri, hingga dugaan adanya pembiaran sistemik di lingkungan lembaga pemasyarakatan tersebut.
Melalui orasi yang disampaikan secara bergantian, massa menyoroti dugaan pembatasan terhadap kerja jurnalistik, termasuk adanya anggapan bahwa pemberitaan mengenai aktivitas di dalam lapas harus mendapat izin tertentu. Kondisi itu dinilai mencederai kebebasan pers serta bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik.
Tak hanya itu, massa juga menyinggung berbagai dugaan praktik ilegal yang disebut masih berlangsung di dalam lapas. Mereka menilai persoalan tersebut telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan dan mencederai rasa keadilan publik.
Perwakilan “Wartawan Batu Bara”, Nando Sagala, menegaskan aksi tersebut bukan bentuk perlawanan terhadap institusi negara, melainkan bentuk kepedulian masyarakat sipil terhadap dugaan penyimpangan yang dinilai merusak marwah hukum dan keadilan.
“Jika penjara justru berubah menjadi ruang aman bagi jaringan kejahatan, maka publik berhak mempertanyakan siapa sebenarnya yang sedang dikendalikan,” tegas Nando dalam orasinya.
Dalam tuntutannya, massa mendesak Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Yusril Ihza Mahendra, turun langsung melakukan investigasi menyeluruh terhadap berbagai dugaan penyimpangan di Lapas Labuhan Ruku.
Massa juga meminta Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengusut secara transparan dan independen dugaan kematian seorang narapidana, termasuk membuka rekam medis, kronologi kejadian, serta pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab.
Selain itu, massa mendesak dilakukan evaluasi terhadap pimpinan Lapas Labuhan Ruku. Mereka meminta pencopotan kepala lapas sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif atas berbagai persoalan yang dinilai terus berulang.
Dalam materi aksi, massa turut menyinggung sejumlah dugaan pelanggaran lain, mulai dari dugaan peredaran narkotika di dalam lapas, penggunaan telepon genggam ilegal oleh warga binaan, dugaan praktik wartel modus menit, rekening penampung transaksi napi, hingga dugaan jual beli kamar dan fasilitas tertentu di lingkungan lapas.
Menurut massa aksi, maraknya dugaan praktik tersebut dinilai tidak mungkin berjalan tanpa adanya sistem yang saling melindungi. Karena itu, mereka meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan adanya aktor intelektual maupun jaringan yang diduga bermain di balik peredaran narkoba di dalam lapas.
Massa juga meminta Komnas HAM, Ombudsman RI, serta lembaga pengawas terkait turun langsung melakukan pemantauan terhadap dugaan pelanggaran hak warga binaan dan penyalahgunaan kewenangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Lapas bukan tempat membesarkan mafia dan jaringan narkotika. Negara tidak boleh kalah di balik tembok penjara,” seru massa aksi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menyatakan pihaknya akan memperbaiki komunikasi dengan insan pers serta memperketat sistem keamanan di dalam lapas.
“Kami akan memperbaiki komunikasi yang baik terhadap pers atau media dan menjalin hubungan yang baik. Terkait keamanan, kami juga akan memperketat sistem pengamanan di dalam lapas,” ujarnya.
Hamdi juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan harmonis dengan media.
“Kami berkomitmen menjalin hubungan baik dengan media,” tambahnya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Batu Bara yang diwakili Kapolsek Talawi AKP A. Sitorus mengapresiasi jalannya aksi damai yang berlangsung aman dan kondusif.
“Kami mengapresiasi aksi damai yang dilakukan rekan-rekan wartawan dengan tertib, aman, dan kondusif,” ujarnya.
(Nando Sagala)
