![]()
Buser24com. MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti resmi mendapat alokasi rehabilitasi 200 rumah tidak layak huni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI bekerja sama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI.
Program ini tindak lanjut rapat koordinasi Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar dengan Kepala BNPP RI Tito Karnavian dan Menteri PKP RI Maruarar Sirait melalui zoom meeting. Rakor tersebut diikuti sekitar 40 kepala daerah dari wilayah 3T dan kawasan perbatasan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Meranti Agustiono mengatakan, Meranti mendapat alokasi tahap pertama 200 unit rumah BSPS.
“Alhamdulillah, tahap pertama bantuan stimulan rumah swadaya dari Kementerian PKP, Meranti mendapat 200 rumah,” ujar Agustiono, Rabu (20/5/2026).
Bupati Asmar menyampaikan apresiasi kepada Mendagri Tito Karnavian dan Kementerian PKP. Menurutnya, bantuan ini penting untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperbaiki rumah agar menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.
“Bantuan ini memastikan MBR memiliki hunian layak sehingga dapat mendorong pengentasan kemiskinan di Meranti,” ujar Asmar.
Selain meningkatkan kualitas hunian, BSPS juga dinilai mampu menekan angka kemiskinan ekstrem, mengurangi jumlah RTLH, dan menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan masyarakat serta distribusi material bangunan.
Agustiono menjelaskan, rehabilitasi tersebar di 6 desa: Desa Renak Dungun, Mekong, Alai, Tenan, Lukun, dan Sungai Tohor. Seluruh lokasi sudah diverifikasi fasilitator Kementerian PKP.
“lVerifikasi selesai. Program sudah masuk progres pelaksanaan fisik dan material mulai didistribusikan. Kita harap berjalan lancar agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Dalam rakor sebelumnya, Tito Karnavian menegaskan BSPS adalah bentuk kehadiran negara di wilayah perbatasan. “Tugas BNPP adalah menghadirkan keadilan bagi masyarakat perbatasan, meningkatkan kesejahteraan agar nasionalisme semakin kuat,” kata Tito.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut renovasi rumah rakyat jadi prioritas nasional sesuai arahan Presiden. BNPP berharap program ini jadi pemantik bagi kementerian lain untuk menghadirkan program tematik di perbatasan seperti pasar rakyat, dermaga, hingga fasilitas pendidikan.****
Editor…..zamri.
