![]()
Buser24com _Kepulauan Meranti, – Jembatan Panglima Sampul yang melintang di atas Sungai Perumbi, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, ambruk beberapa hari lalu. Keruntuhan tersebut memutus satu‑satunya jalur transportasi air yang menjadi urat nadi bagi sejumlah industri kilang sagu dan usaha dapur arang di wilayah itu.
Sumber dari kalangan tokoh masyarakat Tebing Tinggi Barat mengungkapkan, “Jembatan ini adalah akses utama keluar‑masuk bahan baku maupun hasil olahan. Jika tidak segera diperbaiki, kilang‑kilang sagu yang berada di ujung Sungai Perumbi akan terpaksa tutup.” Penutupan kilang diperkirakan akan menghilangkan pekerjaan bagi ratusan karyawan, sebagian besar warga setempat, serta mengancam mata pencaharian ratusan kepala keluarga.
Seorang pengusaha kilang sagu yang enggan disebutkan namanya menambahkan, “Kami saat ini pusing karena tidak bisa mengeluarkan hasil produksi untuk dipasarkan. Tanpa jalur sungai, tidak ada cara lain untuk mengirim barang. Jika pemerintah daerah maupun provinsi tidak segera memberikan solusi, kami terpaksa menutup usaha dan menambah beban hutang. Sebanyak 80 % karyawan kami adalah anak daerah, artinya lebih dari seribu jiwa bergantung pada kilang .”
Masyarakat setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan DPRD setempat untuk mendesak Pemerintah Provinsi Riau serta kementerian terkait agar segera membangun kembali jembatan atau menemukan alternatif jalur transportasi. “Kami berharap ada tindakan cepat, bukan hanya pernyataan,” kata salah satu tokoh masyarakat.
Upaya konfirmasi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti pada 14 Januari 2026 di kantornya tidak membuahkan hasil. Staf di kantor Sekda menjelaskan bahwa Sekda sedang berada di Alai, Tebing Tinggi Barat, dan belum dapat ditemui.(Zamri)
