![]()
Buser24, Com, Langkat,Sumatra Utara – Hangatnya isu dugaan penyadapan yang menyeret nama seorang jenderal berinisial LSP bersama sejumlah pihak lainnya belakangan ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Isu tersebut tidak hanya menyita perhatian publik di tingkat nasional, tetapi juga menjadi topik pembicaraan para insan pers di Kabupaten Langkat, khususnya kawasan Teluk Aru.
Menariknya, sebelum memulai aktivitas jurnalistik sehari-hari,pada Rabu (4/11/2026) sejumlah kuli tinta yang bertugas di wilayah Teluk Aru menyempatkan diri menikmati sarapan pagi di salah satu warung milik Buk Linda, yang lokasinya persis di samping Kantor Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.
Sambil menikmati secangkir kopi panas, pembicaraan beberapa awak media, termasuk Ketua Persatuan Wartawan Teluk Aru (PERATU), Rahmanto BA, semakin hangat ketika membahas isu dugaan penyadapan yang tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
Menurut sejumlah awak media yang hadir, peristiwa tersebut merupakan persoalan serius yang perlu mendapat penjelasan terbuka dari pihak-pihak berwenang.
“Sejak Indonesia merdeka, jarang kita mendengar isu sebesar ini yang menyangkut dugaan penyadapan dan melibatkan nama-nama petinggi.
Tentunya masyarakat berhak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Namun, semuanya harus didasarkan pada fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar salah seorang awak media dalam perbincangan tersebut.
Sementara itu, Rahmanto BA menambahkan bahwa persoalan penyadapan mengingatkan dirinya pada skandal Watergate di Amerika Serikat pada tahun 1972, yang menjadi salah satu skandal politik besar dalam sejarah negara Paman Sam tersebut.
“Skandal Watergate pada era Presiden Richard Nixon menjadi catatan sejarah dunia.
Karena itu, persoalan dugaan penyadapan yang sekarang menjadi pembicaraan publik harus disikapi secara serius. Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi berbagai isu tanpa memperoleh kejelasan fakta yang sebenarnya,” ungkap Rahmanto, yang diamini rekan-rekan seprofesinya.
Dalam kesimpulan pembicaraan santai tersebut, para insan pers Teluk Aru berharap para petinggi negara, aparat penegak hukum, serta lembaga terkait tidak tinggal diam.
Mereka meminta agar persoalan ini ditelusuri secara profesional, transparan, dan independen.
Apabila ditemukan pelanggaran hukum, siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tanpa memandang jabatan maupun pangkat.
Jangan sampai hukum hanya terlihat tajam ke bawah, tetapi tumpul ketika berhadapan dengan mereka yang memiliki jabatan dan kekuasaan.
Sebab, dalam negara demokrasi, keterbukaan informasi, kepastian hukum, serta perlindungan terhadap hak privasi masyarakat merupakan hal penting yang harus dijaga.
Obrolan di warung kopi Buk Linda itu pun menjadi pengingat bahwa secangkir kopi boleh saja dinikmati dengan santai, tetapi persoalan bangsa tetap membutuhkan perhatian serius.Reporter : Ucok Gultom.






















Komentar