![]()
Buser24.com | Aceh Tamiang.
Seusainya menjalani pelantikan Terhadap Para Datok Penghulu Wilayah Kecamatan Manyak Payed pada tanggal 7 Juli 2026, salah satunya Datok Penghulu Kampung Lueng Manyo M.Basri.
Dalam Mengawali masa jabatan sebagai Datok Penghulu, M. Basri Bersama para perangkatnya, Lembaga Kampung dan pemangku kepentingan menggelar pelaksanaan silaturahmi, Momen ini sabagai memperkuat integritas kinerja selama 6 tahun kedapan dimasa kepemimpinannya Sebagai Datok penghulu. Pelaksanaan teraebut yang berlangsung dikantor Datok Penghulu Kamoung Lueng Manyo dan dihadiri oleh Pendamping Lokal Desa (PLD) Selasa (22/7/2026).
M. Basir, dalam pertemuan yang berlangsung, mengucapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin Kampung Lueng Manyo. Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut masih sebatas ajang silaturahmi untuk mempererat komunikasi awal bersama seluruh unsur pemerintahan dan kelembagaan kampung.
“Agenda kita hari ini sebatas silaturahmi saya sebagai Datok Penghulu yang baru dilantik,”ujar M. Basir.
Ia menambahkan, agenda pembahasan yang lebih substansial, termasuk Musyawarah Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJM Kampung), direncanakan akan dilaksanakan pada pekan depan”, ujarnya.
Dari hasil pengamatan seorang Pendamping Lokal Desa (PLD) “Kasiani” Meski belum memasuki tahapan musyawarah perencanaan secara resmi, suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Berbagai persoalan, masukan, dan harapan mulai disampaikan peserta sebagai bahan awal dalam menyusun arah pembangunan kampung ke depan”, Kata Kasiani.
“Pembahasan juga diawali dengan diskusi mengenai mekanisme pencairan bantuan stimulan rehabilitasi rumah. Topik tersebut mendapat perhatian peserta yang aktif bertukar informasi terkait proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MDSK, Tgk. Marhalim, menyampaikan dalam sebuah usulannya, agar kegiatan pengajian bulanan di dayah kembali diramaikan oleh unsur pemerintah kampung. Menurutnya, kehadiran aparatur desa dalam kegiatan keagamaan tidak hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga syiar keagamaan di kampung”ujarnya.
Hal yang sama Kasi Kesejahteraan “Julfa” Senada mengusulkan agar pemerintah kampung dapat menyediakan operator desa guna mendukung pengelolaan administrasi pemerintahan serta meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Ada brberapa masukan yang diaujukan oleh perangkat Kampung, Feri Ferdana, mengajak seluruh perangkat desa untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai memudar di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan harus diawali dari pemerintah kampung sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menghidupkan kembali budaya saling membantu.
Tak kalah, dalam diskusi yang dilakukan dalam pertemuan tersebut, Pendamping Lokal Desa (PLD) “Kasiani” Dalam sebuah komitmennya mengatakan “Dalam upaya untuk terus melakukan pendampingan khususnya Pemerintahan Kampung Lueng Manyo dalam setiap tahapan pembangunan desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku”, ujar kasiani.
Kasiani juga menegaskan bahwa kehadiran pendamping desa bukan semata sebagai pengawas, melainkan sebagai mitra pemerintah kampung yang siap mendukung tata kelola pemerintahan desa. Selain itu, pendamping desa juga berkomitmen mendokumentasikan berbagai praktik baik yang dilakukan pemerintah kampung sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
“Berbagai masukan yang muncul dalam pertemuan ini menunjukkan antusiasme para perangkat Kampung dalam menyampaikan gagasan, meskipun forum yang kita laksanakan belum memasuki tahapan musyawarah resmi. Usulan mengenai penguatan pelayanan publik, penyediaan operator desa, pelestarian budaya gotong royong, hingga peningkatan partisipasi aparatur dalam kegiatan keagamaan diperkirakan akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut pada Musyawarah Penyusunan RPJM Kampung yang dijadwalkan berlangsung pekan depan”, Akhir penyampaian Kasiani.
Di ujung Pelaksanaan Pertemuan yang berlangsung, Datok Penghulu, M. Basir, berharap seluruh perangkat Kampung Lueng Manyo dapat bekerja secara maksimal, khususnya dalam pengelolaan administrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Saya berharap seluruh perangkat dapat bekerja semaksimal mungkin. Jangan sampai administrasi menghambat pelayanan kepada masyarakat. Justru kita harus memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan mempermudah setiap urusan masyarakat”, tegas M. Basir.
Silaturahmi perdana ini akan menjadi langkah awal membangun komunikasi, menyerap aspirasi, serta memperkuat sinergi antara pemerintah kampung, lembaga kemasyarakatan, kader desa, dan pendamping desa dalam mewujudkan pemerintahan kampung yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Berbagai gagasan yang mulai mengemuka dalam forum ini diharapkan menjadi modal awal dalam penyusunan RPJM Kampung yang akan menentukan arah pembangunan Kampung Lueng Manyo”, akhir Penyampaian M. Basri.
Reporter : Andi.






















Komentar