![]()
Rantau Pulung — Bangunan Pos Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, menjadi sorotan warga. Pasalnya, bangunan yang telah berdiri selama bertahun-tahun tersebut diduga tidak pernah difungsikan dan kini terbengkalai.
Dari pantauan awak media di lapangan, kondisi bangunan terlihat tidak terawat dan kosong tanpa aktivitas. Bahkan, sebagian warga menyebut bangunan tersebut kini terkesan seperti “rumah hantu” karena lama tidak ditempati.
Hasil konfirmasi kepada warga sekitar pada Senin (12/04/2026), mengungkapkan bahwa pos tersebut memang sudah lama tidak digunakan sejak selesai dibangun.
“Sudah lama itu, Pak. Tidak pernah ditempati karena tidak ada petugasnya,” ujar salah satu warga.
Warga juga menilai pembangunan pos tersebut tidak diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia untuk menjalankan fungsinya. Akibatnya, bangunan yang seharusnya penting untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan justru menjadi terbengkalai.
“Seharusnya disiapkan dulu petugasnya baru dibangun. Ini sayang sekali, bangunan sudah ada tapi tidak dipakai,” tambah warga lainnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait perencanaan dan pengelolaan anggaran pembangunan fasilitas publik. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar bangunan tersebut dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
“Banyak bangunan yang dibiarkan begitu saja. Apa pemerintah tidak tahu, atau memang tidak mau tahu?” ungkap warga dengan nada kecewa.
Awak media juga meminta kepada pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dan penanganan terhadap bangunan pos pengendalian Karhutla tersebut, agar tidak terus terbengkalai dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait mengenai alasan belum difungsikannya bangunan tersebut maupun rencana tindak lanjut ke depan.(Fendy)
