![]()
buser24.com Langkat (Sumut) ~ Menyedihkan memang,, seorang nenek di Desa Pematang Cengal Barat Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara harus memaksakan diri untuk kuat bersabar dalam menghadapi cobaan yang cukup berat dipenghujung Ramdhan diambang lebaran sebentar lagi ini.
Pasalnya nenek yang mempunyai nama Sariyem ini tidak lagi mempunyai rumah sebab dirobohkan oleh seorang penipu berilmu tinggi asal Pulau Jawa dengan modus Bedah Rumah namun bersekenerio tipuan yang panjang, Alih alih rumah dibedah nenek Sariyem menangis di reruntuhan rumah uang terbongkar penipu.
Tepatnya di dusun IV desa Pematang Cengal Barat, Kecamatan Tanjung Pura, kabupaten Langkat, Sumatera Utara Nenek Sariyem yang berumur sudah 81 tahun itu pada hari Kamis 5 Maret 2026 kedatangan tamu yang mengaku dari Pulau Jawa.
Orang yang belum dia kenal itu datang ke desa Pematang Cengal Barat melaksanakan wasiat orang tuanya untuk berimfaq harta kepada masayarakat yang membutuhkan dengan nilai uang sebesar 1,4 Milyard. Kamis (5/3/2026) , padahal itu adalah bohong namun sayang, semua warga yang mendengarkan ucapan di penipu itu langsung percya saja diduga dalam pengaruh hypnotis .
Penipu laknatullah ini berpenampilan biasa- biasa saja datang dengan memakai becak sewa dari Kota Tanjung Pura membawa 2 orang warga asal Aceh yang dipekerjakan sebagai tukang rumah yang akan dibedah nantinya.
Sebelum sampainya dirumah nenek Sariyem Penipu ini sudah terlebih dahulu mengumbar kata- kata manis pada warga setempat dimana dia akan menghabiskan wasiat orang tuanya itu untuk membangun rumah orang- orang miskin atau Bedah Rumah dan Masjid, sehingga sampai dia juga akan menyumbangkan 200 Meter Vaping Blok yang akan dipasangkan dihalaman Majid Al – Iman desa Pematang Cengal Barat,
Kedatangan orang yang diduga punya ilmu Hipnotis itu sungguh membuat warga takjub merasa senang dan angguk kepala bila si penipu ini bicara.
Nenek Sariyem (81) tak dapat berkata banyak karena pembongkaran rumahnya itu diketahui serta disaksikan para Kaur desa Pematang Cengal Barat, walau dihatinya sempat curiga .
” Seharusnyakan barang alat bangunan didatangkan dahulu kerumahku, barulah di bongkar, tapikan sudah banyak bapak- bapak yang melihat yo aku diam saja ” sebut nek Sariyem .
Selanjutnya Penipu yang mengaku bernama Prasetyo itu mengajak Kepala Dusun Santo membeli material bangunan di Panglong Kintong Baja Kuning serta memesan pasir dan tanah timbun nanun sedikitpun tidak ada membayar uang panjar di panglong ( toko bangunan) dengan alasan uang belum ditarik dari Bank. barang pasti dibayar kalau sudah sampai ditempat, terlebih lagi orang toko bangunan kenal baik dengan pak kadus Santo.Kemudian Pelaku membawa kadus Santo ke Kampung Cempa untuk memesan pavng Blok guna material halaman masjid Al – Iman, disaat itu Prasetyo ( penipu) langsung mau meminjam Sepeda Motor Pak Kadus Santo untuk mencairkan uang di Bank BCA alasannya, namun ilmu hipnotis penipu ini tidak dapat masuk kedalam fikir Kadus Santo ,dia menolaknya dia tetap ingat dan fokus sambil berkata, ” Oh aku tak mau mas bawa sepeda motorku sendiri biarlah aku yang mengantarkan kemanapun” Kata Santo yang sudah menaruh curiga
Lebih lanjut akhirnya mereka pergi ke Stabat dan sesampainya di Rumah makan depan Rumah Sakit Putri Bidadari Prasetyo meminta mampir dan memesan makanan karena dia merasa lapar lagi- lagi Santo keluar duit.
Diduga tipu -tipu nya sudah dicurigai kadus Santo , Prasetyo lansung mau pulang saja dulu ke Hotel Medan , alasannya ibunya mendadak memanggilnya dan langsung dinaikkan angkot dari simpang lampu merah Stabat menuju Medan.
Prasetyo tak berhasil mengecoh ,maksudnya melarikan septor Santo Kadus , namun dia berhasil mencuri 2 unit HP milik 2 orang warga Aceh yang dibawanya bareng ke desa Pematang Cengal Barat.
Salah satu masyarakat desa Pematang Cengal Barat Soniran mengatakan kalau si pelaku penipuan itu banyak sekenarionya pada hal dia mau mencuri atau melarikan sepeda motor warga yang lengah, yang bisa dia pinjam atau curi.
” Saat ini kami untuk sementara menyewakan sebuah rumah bagi nek Sariyem, dan selepas hari Raya Idul Fitri kita akan bergotong royong membangun kembali rumah nek Sariyem,,
Reporter:red
