![]()
Buser24com. MERANTI – Semangat swasembada pangan nasional mulai tumbuh dari Desa Kedabu Rapat. Bhabinkamtibmas bersama Pemerintah Desa dan kelompok tani menanam jagung pipil di lahan seluas 1 hektare, Kuartal I Tahun 2026, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kegiatan berlangsung di Dusun IV Parit Jang, Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Lahan yang digarap merupakan milik Gapoktan Kedabu. Pemilihan jagung pipil sebagai komoditas utama karena masa panen relatif singkat, harga stabil, dan bisa jadi cadangan pangan pokok masyarakat kepulauan.
Sinergi Desa, Polri, dan Petani.
Hadir langsung di lokasi Kepala Desa Kedabu Rapat Mahadi, SIP, Bhabinkamtibmas AIPTU Andri Kurniawan, SH, Ketua Gapoktan Kedabu Indah Warsiman, Penyuluh Pertanian Lapangan Andrianto, SP, serta Ketua Poktan Jang Jaya Warisno. Kolaborasi ini jadi bukti program ketahanan pangan tidak bisa jalan sendiri.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan SH menyampaikan bahwa penanaman jagung pipil ini adalah wujud nyata Polri mendukung pemerintah.
AKP Gunawan, Kapolsek Rangsang:.
“Kegiatan penanaman jagung pipil ini merupakan bagian dari program yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga hadir mendampingi dan memberi penyuluhan agar program pertanian berjalan optimal.”
Selain pendampingan, Bhabinkamtibmas juga memberikan penyuluhan terkait perawatan tanaman, pengendalian hama, dan pemanfaatan lahan pekarangan. Masyarakat setempat dilibatkan langsung, mulai dari persiapan lahan sampai penanaman bibit.
Target dan Harapan.
Penanaman jagung pipil di lahan 1 hektare selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Jika perawatan berjalan baik, lahan ini ditargetkan menghasilkan panen yang bisa disalurkan untuk konsumsi warga dan cadangan pangan desa.
Mahadi, Kades Kedabu Rapat, berharap program seperti ini terus berlanjut. “Dengan lahan produktif dan pendampingan dari Polri serta PPL, kami optimis ketahanan pangan desa bisa lebih kuat dan ekonomi keluarga petani ikut naik.”
Sepanjang kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Semangat gotong royong warga jadi kunci utama….
