![]()
Berau, – Komitmen TNI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui langkah taktis di lapangan. Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.S.I., bersama Komandan Kodim 0902/Bru, Letkol Inf Faisal Idris, S.I.P., melaksanakan peninjauan langsung terhadap progres program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Jumat (24/7/2026).
Inspeksi lapangan ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh rangkaian proses pencetakan lahan pertanian baru berjalan tepat sasaran, sesuai dengan target waktu, serta memperkokoh sinergi lintas sektoral antara jajaran TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Dalam lawatannya ke Teluk Bayur, Danrem 091/ASN dan Dandim 0902/Berau secara seksama memeriksa kondisi fisik sejumlah titik lahan yang telah maupun sedang dalam tahap pencetakan.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis infrastruktur pertanian, agenda ini juga dimanfaatkan sebagai sarana dialog terbuka dengan para petani lokal.
Melalui pendekatan humanis ini, jajaran pimpinan TNI berupaya mendengarkan secara langsung berbagai kendala operasional serta kebutuhan mendesak yang dihadapi para petani di lapangan.
Di sela-sela peninjauan, Brigjen TNI Anggara Sitompul menegaskan urgensi dari program strategis ini bagi masa depan sektor pertanian regional.
“Program Cetak Sawah Rakyat ini bertujuan menambah dan mengoptimalkan lahan pertanian di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Berau. Kami dari Korem 091/ASN bersama Kodim 0902/Berau berkomitmen untuk terus mendampingi para petani secara berkelanjutan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau,” tegas Danrem 091/ASN.
Sementara itu, Dandim 0902/Bru menambahkan bahwa keberhasilan program cetak sawah di wilayah Berau merupakan wujud nyata kolaborasi strategis yang solid antara TNI dan Kementerian Pertanian, yang dieksekusi melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTHP) Kabupaten Berau.
Kehadiran para pimpinan militer ini di lapangan sekaligus menjadi katalisator dalam upaya percepatan program serta penguatan fondasi ketahanan pangan daerah.
Melalui langkah proaktif dan pengawalan ketat ini, diharapkan program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Berau dapat terus beroperasi secara optimal, memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas pangan, serta bermuara pada kesejahteraan yang merata bagi para petani lokal. (Fendy)
















Komentar