![]()
KUTAI BARAT – Persoalan penanganan Endang, seorang pasien asal Kediri, Jawa Timur, yang masih berada di RSUD Sendawar, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Endang sebelumnya mendapatkan pelayanan medis di RSUD Sendawar setelah mengalami stroke. Setelah menjalani perawatan, kondisi kesehatannya kini disebut telah membaik dan pasien masih dapat berkomunikasi saat dikonfirmasi awak media.
Namun, persoalan muncul ketika pihak rumah sakit berupaya mencari solusi terkait keberadaan dan rencana pemulangan pasien. Rumah sakit telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat.
Humas RSUD Sendawar, Rahel, membenarkan adanya upaya koordinasi tersebut. Dalam koordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat, pihak rumah sakit memperoleh informasi bahwa keluarga Endang di Kediri disebut belum bersedia menerima kepulangan pasien.
Menurut Rahel, informasi mengenai pihak keluarga yang disebut menolak kepulangan tersebut disampaikan kepada Humas RSUD Sendawar dalam rangka koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat.
Sementara itu, terkait persoalan usia dan kewenangan penanganan melalui Dinas Sosial, penjelasan disampaikan oleh dr. Dwi Ary selaku Kabid Medik RSUD Sendawar.
Menurut dr. Dwi Ary, pihak rumah sakit telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial. Namun, berdasarkan kategori yang berlaku, Endang belum dapat masuk dalam ranah penanganan Dinas Sosial karena faktor usia.
Masih Berada di Ruang Khusus
Hingga saat ini, Endang masih berada di ruang khusus RSUD Sendawar. Keberadaan pasien di ruang tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kemanusiaan dari pihak rumah sakit sembari menunggu adanya solusi dan kepastian mengenai penanganan pasien selanjutnya.
Pihak rumah sakit terus melakukan upaya koordinasi sesuai kapasitasnya. Namun, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan instansi berwenang agar persoalan pemulangan serta pendampingan Endang dapat memperoleh penyelesaian yang jelas.
Saat dikonfirmasi awak media, kondisi Endang terlihat telah membaik dibandingkan ketika pertama kali mendapatkan pelayanan akibat stroke. Ia juga masih dapat diajak berkomunikasi.
Endang diketahui merupakan warga Kediri, Jawa Timur. Sementara saat ini dirinya masih berada di RSUD Sendawar karena belum adanya kepastian mengenai pihak yang akan menerima dan mendampinginya setelah mendapatkan pelayanan medis.
Pemerintah Daerah Diminta Hadir
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama instansi yang berwenang. Terlebih, menurut pihak rumah sakit, persoalan serupa disebut bukan kali pertama terjadi dan telah berulang dalam kasus penanganan pasien yang menghadapi kendala ketika akan dipulangkan.
Pihak yang berada di lokasi berharap pemerintah dapat hadir untuk melakukan koordinasi lintas instansi dan mencari solusi terhadap kondisi yang dialami Endang.
“Selebihnya itu ranah pemerintah. Pemerintah harus hadir di sini,” ungkap salah seorang pihak yang berada di lokasi.
Koordinasi antara RSUD Sendawar, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Dinas Sosial, instansi terkait, serta keluarga di Kediri dinilai diperlukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat membangun mekanisme penanganan yang lebih jelas terhadap kasus serupa, sehingga pasien yang telah mendapatkan pelayanan medis tidak menghadapi ketidakpastian ketika proses perawatan telah selesai dan terdapat kendala dalam pemulangan.
Persoalan tersebut bukan semata menyangkut proses administratif, tetapi juga berkaitan dengan kepastian pendampingan dan perlindungan terhadap pasien. Karena itu, kehadiran pemerintah dan instansi berwenang diperlukan untuk mencari solusi sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Sendawar menyatakan masih melakukan koordinasi dan upaya untuk mencari solusi terbaik bagi Endang
.(Tim red)
















Komentar