oleh

Ketua DPC Partai Gerindra “Minta Pembangunan Huntap Dikerjakan Sesuai Harapan Korban Banjir”

Loading

Buser24.com | Aceh Tamiang.

Polemik pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang di Dusun Kamboja, Kampung Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, terus menjadi perhatian publik. Proyek yang diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat terdampak bencana tersebut kini mendapat sorotan terkait kualitas pekerjaan di lapangan.

Perhatian tersebut menguat setelah sejumlah anggota DPRK Aceh Tamiang melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Dari hasil peninjauan, muncul beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian, di antaranya dugaan penggunaan material batako yang dinilai kurang memenuhi harapan. Temuan tersebut kemudian memunculkan harapan agar dilakukan evaluasi teknis secara menyeluruh demi memastikan kualitas bangunan.

Persoalan ini juga telah dibahas melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRK Aceh Tamiang. Masyarakat berharap hasil pembahasan tersebut dapat menjadi dasar dalam mencari solusi terbaik sehingga pembangunan Huntap tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua DPD Partai Gerindra Aceh Tamiang, Suprianto, menyampaikan bahwa pembangunan Huntap harus mengutamakan kualitas karena rumah tersebut akan menjadi tempat tinggal masyarakat yang terdampak bencana.

“Huntap bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana. Karena itu, kualitas bangunan harus benar-benar menjadi perhatian agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menempatinya,” ujar Suprianto kepada awak media di kediamannya, Rabu (22/07/2026).

Ia berharap apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan proyek, pihak pelaksana dapat segera melakukan perbaikan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Kami berharap seluruh proses pembangunan dilakukan secara profesional dan transparan. Jika memang ada bagian yang perlu diperbaiki, sebaiknya segera dievaluasi sehingga hasil akhirnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Suprianto juga mendorong instansi terkait untuk melakukan pengawasan secara maksimal agar kualitas pembangunan tetap terjaga hingga proyek selesai.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaksana proyek, konsultan pengawas, dan masyarakat sangat penting agar pembangunan Huntap berjalan sesuai standar serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Masyarakat pun berharap pembangunan Hunian Tetap ini dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga para korban banjir bandang dapat segera menempati rumah yang aman, layak huni, dan mampu menjadi awal baru dalam membangun kembali kehidupan mereka”, akhir penyampaiannya.

 

Rep : Andi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *