![]()
Buser24.com | Aceh Tamiang.
Setelah berbulan-bulan menahan duka akibat kehilangan rumah ibadah yang hanyut diterjang banjir besar pada akhir 2025, masyarakat Kampung Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, akhirnya kembali dapat menunaikan ibadah di masjid mereka sendiri. Berdirinya kembali Masjid At-Tin menjadi penanda bahwa harapan mampu tumbuh bahkan dari bekas luka bencana.
Masjid yang dibangun kembali melalui gotong royong dan kepedulian berbagai pihak itu diresmikan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, Peresmian itu sendiri disambut penuh haru oleh masyarakat yang sejak bencana melanda harus beribadah di tempat sementara, Jum’at (17/07/26).
Bupati Armia Pahmi menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh donatur, relawan, dan masyarakat yang telah bergandengan tangan mewujudkan kembali rumah ibadah yang menjadi kebanggaan warga Sukajadi.
“Musibah yang kita alami memang menyisakan duka. Namun melalui ketulusan para donatur dan semangat gotong royong masyarakat, Allah menghadirkan hikmah yang luar biasa. Hari ini kita menyaksikan masjid yang lebih baik kembali berdiri sebagai simbol kebangkitan dan persatuan,” ujar Bupati.
“Pembangunan Masjid At-Tin merupakan hasil kolaborasi kemanusiaan yang melibatkan Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor (YARSIB), Rangkul Foundation, Niqob Squad, serta berbagai komunitas sosial dan para dermawan dari berbagai daerah.
Hal yang sama , Ketua Pengurus YARSIB, Dwi Sudharto, menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini bukan sekadar mendirikan kembali sebuah bangunan yang hilang diterjang banjir, tetapi juga mengembalikan semangat, optimisme, dan kehidupan spiritual masyarakat yang sempat terpuruk akibat bencana.
Momentum peresmian semakin istimewa dengan kehadiran ulama nasional Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS, selaku Ketua Pembina Yayasan RS Islam Bogor, serta pendakwah nasional Ustadz Fatih Karim, pendiri Cinta Qur’an Foundation”ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Fatih Karim menyampaikan tausiyah yang mengajak masyarakat menjadikan musibah sebagai pelajaran untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga dipercaya menjadi khatib Salat Jumat perdana di Masjid At-Tin, menandai kembali difungsikannya masjid tersebut sebagai pusat ibadah umat.
Bupati Armia Pahmi mengingatkan bahwa pekerjaan terbesar setelah berdirinya bangunan masjid bukan lagi persoalan fisik, melainkan bagaimana memakmurkannya. Ia berharap Masjid At-Tin menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan Al-Qur’an, serta wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah bagi masyarakat dan generasi muda Aceh Tamiang.
Menurutnya, masjid akan memiliki makna yang sesungguhnya apabila senantiasa dipenuhi oleh aktivitas ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Masjid At-Tin hari ini bukan hanya bangunan baru yang berdiri megah di Kampung Sukajadi. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa bencana tidak pernah mampu mematahkan semangat masyarakat Aceh Tamiang. Dari puing-puing yang pernah tersisa, tumbuh kembali harapan, kebersamaan, dan keyakinan bahwa gotong royong serta kepedulian antarsesama akan selalu menjadi kekuatan terbesar dalam menghadapi setiap ujian.
Reporter : Andi
















Komentar