![]()
Buser24.com Langkat (Sumut) Rasa kecewa mendalam disampaikan para wali murid SD Negeri 050751 Pangkalan Brandan, yang lebih dikenal masyarakat sebagai SD 10 Pangkalan Brandan. Selama ini mereka menelan kepahitan melihat kondisi pendidikan anak-anak mereka terabaikan, dan kini mereka menunjukan sikap tegas melalui LSM GMAS untuk menyuarakan aspirasinya. Berandan (05/11/26).
Masalah yang menumpuk tak kunjung selesai: tidak ada guru Bahasa Inggris, tidak ada guru Olahraga, dan tidak ada guru Agama Kristen. Kebutuhan dasar belajar saja belum terpenuhi, fasilitas sekolah pun sangat memprihatinkan — tidak ada sapu untuk membersihkan kelas, spidol papan tulis pun sulit didapat.
“Sudah dua tahun Ibu Soraya Utami, S.Pd. menjabat sebagai PLT Kepala Sekolah. Namun yang kami lihat, beliau justru jarang hadir di sekolah kami karena diketahui juga mengajar di sekolah lain. Dua tahun itu bukan waktu singkat — sudah terlalu lama posisi ini kosong tanpa kepastian, dan kami merasa beliau terlalu nyaman tanpa memperbaiki apa-apa,” ungkap perwakilan wali murid.
Belum selesai di situ, masalah fisik sekolah pun memburuk. Proses revitalisasi yang diharapkan membawa perubahan ternyata tidak sesuai harapan. Lingkungan sekolah terasa tidak sehat — bau kotoran menyengat, dan setiap hujan turun air menggenang di mana-mana. Anak-anak belajar bukan di lingkungan yang mendukung, melainkan di tempat yang penuh risiko kesehatan dan kenyamanan.
Para wali murid secara tegas meminta kepada Bapak Sinarta, S.Pd., PLT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, untuk segera melakukan inspeksi mendadak (SIDAK) ke SD 10 Pangkalan Brandan. Mereka menuntut:
Segera mengganti PLT Kepala Sekolah Ibu Soraya Utami dengan kepala sekolah yang baru, hadir penuh, dan bertanggung jawab penuh di sekolah.
Segera mengisi kekosongan guru agar proses belajar mengajar berjalan layak.
Memperbaiki fasilitas dasar dan lingkungan sekolah yang tidak sehat.
“Anak-anak kami berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan lingkungan yang bersih. Jangan biarkan generasi penerus kami belajar dalam kondisi terlantar seperti ini. Kami tunggu tindakan nyata, bukan janji kosong,” tegas para wali murid melalui pendampingan LSM GMAS.
Reporter : Ernawati
Editor : Rid.STP





















Komentar