![]()
Medan,Buser24.com — Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Muhibuddin, SH., MH, resmi melantik sejumlah pejabat strategis di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batu Bara, dalam upacara khidmat yang digelar di Aula Cipta Kerta Lantai III, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Medan, Selasa (5/5/2026).
Pelantikan tersebut dirangkai dengan pengambilan sumpah jabatan di hadapan tokoh agama dan didasarkan pada Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 488 Tahun 2026 dan Nomor 347 Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Kejaksaan RI.
Dalam rotasi tersebut, Syahrir Jasman, SH., MH resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Batu Bara, menggantikan Fransisco Tarigan. Pergantian ini menjadi sorotan publik mengingat posisi strategis Kejari Batu Bara dalam penanganan berbagai persoalan hukum dan tata kelola pemerintahan di daerah tersebut.
Selain itu, sejumlah posisi penting lainnya juga mengalami pergantian. Abdullah Noer Denny, SH., MH yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Kejati Sumut dipromosikan menjadi Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI. Posisi Wakajati Sumut kini diisi oleh Eko Adhyaksono, SH., MH.
Sementara itu, jabatan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumut kini dipercayakan kepada Suhendri, SH., MH, menggantikan Jurist Precisely yang mendapat promosi sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung RI.
Pergantian juga terjadi pada sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri lainnya, di antaranya Kajari Padangsidimpuan kini dijabat Dr. Hartadi Christitanto, Kajari Labuhanbatu Selatan oleh Alexander Zaldi, Kajari Tapanuli Selatan oleh M. Emri Kurniawan, Kajari Labuhanbatu oleh Jeffry Paultje Maukar, SH., MH, serta Kajari Karo yang kini dipimpin Edmon Novvery Purba, SH., MH.
Dalam sambutannya, Kajati Sumut Muhibuddin menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
“Jabatan adalah jembatan amal bhakti. Ini kesempatan untuk berbuat yang terbaik bagi negara dan institusi. Segera lakukan pemetaan wilayah tugas, bekerja secara profesional, dan tegakkan hukum dengan landasan nurani,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjauhi segala bentuk penyalahgunaan kewenangan dan praktik transaksional dalam menjalankan tugas.
“Jangan cederai rasa keadilan masyarakat. Tegakkan hukum dengan keberanian, namun tetap mengedepankan nilai kemanusiaan. Jaga kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan dan bentengi diri dengan iman serta takwa,” pungkasnya. (Nando Sagala).
