oleh

Suara Nelayan Pinggir Minta  Pemerintah Anggarkan Bantuan Alat Tangkap

Loading

(Buser:24:com) Lingga Kepri-
Minggu:16 :Maret:2025: pak jemahat dari salah  salah satu nelayan pinggir  Desa Resang Kecamatan Singkep Selatan Provinsi Riau Kepri, mentuturkan keluhannya bersama dengan rekan nelayan yang lain, menceritakan   sedikit keluhan mereka pada awak media ini.

Keluhan yang disampaikan Nelayan terkait tentang kurangnya alat tangkap mereka  yang kurang memadai,
karena untuk menambah alat tangkap tersebut, tidak mempunyai modal untuk membeli, akibat paktor ekonomi yang sangat prihati, harapannya pada Pemerintah Daerah maupun Pusat dapat memperhatikan kesulitan para Nelayan ,  tuturnya,

Namun pak Jemahat sebagai nelayan pinggir
mau tidak mau angkat bicara melalui media  berharap pemerintah setempat kabupaten baikpun provinsi semoga berkenan untuk  anggarkan bantuan  alat tangkap  sebut warga pada awak media,

 

Pak Jemahat  dan beberapa rekan nelayan yang lain menyampaikan keluhan, kurangnya alat tangkap kami,  sangat berpengaruh dalam  per ekonomian kami  sebut nya,

Warga nelayan pun mengatakan, aktivitas dari  nelayan di Desa Resang 50,℅  khususnya nelayan pinggir hidupnya pelaut tangkap ikan saja,

Dan tidak sedikit juga,  dari 50℅ nelayan pinggir, namun  banyak juga ibu-ibu rumah tangga juga yang ber aktivitas bekerja sebagai  nelayan tersebut, demi mencari napkah kebutuhan sehari hari ,ujarnya,

Warga  mengatakan, ibu-ibu nelayan desa resang sangat  berani , saat merentang jaring mereka  tidak menggunakan perahu atau sampan, hanya mengarungi air sedalam batas bahu mereka, bayangkan ucap warga,

Menurut keterangan warga, Desa kami  khusus nelayan kecil atau pinggir, belum ada dapatkan bantuan seperti jaring bebulus atau selangat dan bubu ketam apalagi seperti sampan atau perahu ketek padahal itu sangat di butuhkan bagi nelayan pinggir Desa Resang  ucap warga,

Terkecuali Pas di waktu ada  pilihan pecalonan DPRD, itu baru nampak banyak tawaran  alat tangkap tapi sayang kadang hanya janji saja, banyak tidak jelas  saja tutur warga,

 

Red:    ( dul      )

Editu: ( zamri )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *