oleh

Sentuhan Kasih Camat Galang untuk Zhea, Bocah 6 Tahun yang Kehilangan Sosok Ibu Sejak Usia Tiga Tahun

Loading

GALANG, DELI SERDANG – Di balik senyum polos seorang anak, terkadang tersimpan kisah kehidupan yang begitu mengharukan. Hal itulah yang tergambar dari sosok Hilia Zhea Mafaza, bocah berusia 6 tahun, anak bungsu dari lima bersaudara, warga Desa Paku, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.

Sejak usia tiga tahun, Zhea harus menjalani hari-harinya tanpa kasih sayang seorang ibu kandung yang telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Di usia yang masih sangat belia, ketika anak-anak lain masih dapat merasakan pelukan dan perhatian seorang ibu, Zhea harus belajar menjalani kehidupan dengan keadaan yang berbeda.

Saat ini, Zhea tinggal bersama nenek tercinta dan ayahnya yang bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Meski hidup dalam keterbatasan, Zhea tetap memiliki harapan dan masa depan yang patut diperjuangkan.

Kisah haru tersebut mendapat perhatian Camat Galang, Dharma Bakti Harahap, S.Sos. Pada Kamis (5/11/2026), Camat Galang menyempatkan diri bertemu langsung dengan Zhea bersama neneknya di Kantor Desa Paku.

Dalam pertemuan penuh kehangatan itu, Dharma Bakti Harahap memberikan buah tangan dan uang saku kepada Zhea. Tidak hanya memberikan bantuan, ia juga menyampaikan pesan dan motivasi agar Zhea tetap semangat, rajin belajar, serta tumbuh menjadi anak yang pintar dan membanggakan keluarga.

Perhatian sederhana tersebut menjadi bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada seorang anak yang tengah tumbuh tanpa kehadiran sosok ibu di sisinya.

Bagi sebagian orang, buah tangan dan uang saku mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seorang anak seperti Zhea, perhatian, sapaan hangat, dan kepedulian dari orang-orang di sekitarnya tentu menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Camat Galang berharap Zhea tidak kehilangan semangat dalam mengejar cita-citanya. Masa kecil yang penuh tantangan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kisah Zhea menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan besar. Terkadang, perhatian kecil, kehadiran, dan ketulusan untuk menyapa dapat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang membutuhkan.

Sebab, setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, perhatian, pendidikan, dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang cerah(mas bagus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *