oleh

Sempat Putus Sekolah karena Ekonomi, Anjar Korban Banjir Bandar Kuala Kembali Menggapai Cita-Cita Berkat Kepedulian Bupati Deli Serdang

Loading

GALANG|DELI SERDANG – Di tengah duka dan kesulitan yang dialami masyarakat akibat bencana banjir dan longsor di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, secercah harapan kembali hadir bagi seorang anak yang sempat kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.

Anjar, anak dari pasangan Suriadi dan Anita Nasution, warga Dusun II, Desa Bandar Kuala, akhirnya mendapat kesempatan untuk kembali duduk di bangku sekolah setelah kurang lebih satu tahun terpaksa berhenti akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Kabar membahagiakan tersebut datang berkat kepedulian Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, yang memberikan perhatian terhadap masa depan pendidikan anak-anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan terdampak bencana.

Pada Selasa (3/11/2026), Camat Galang Dharma Bakti Harahap, S.Sos., yang diwakili Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Galang, Herman Kaya Siregar, S.Sos., didampingi perangkat Desa Bandar Kuala, secara langsung mengantarkan Anjar untuk melakukan pendaftaran di SMP Negeri 1 Galang agar dapat kembali melanjutkan pendidikan di kelas VIII.

Langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa di tengah musibah yang melanda, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap masa depan generasi muda.

Setahun Putus Sekolah, Kini Harapan Anjar Kembali Tumbuh

Perjalanan pendidikan Anjar bukanlah hal yang mudah. Sekitar satu tahun lalu, ia harus berhenti bersekolah karena kondisi perekonomian keluarganya yang tidak memungkinkan untuk terus membiayai kebutuhan pendidikan.

Kesulitan yang dihadapi keluarga semakin terasa setelah bencana banjir dan longsor melanda kawasan tempat tinggal mereka di Dusun II, Desa Bandar Kuala.

Namun, harapan Anjar untuk kembali mengenakan seragam sekolah dan belajar bersama teman-teman sebayanya kini mulai terwujud.

Melalui perhatian Bupati Deli Serdang, Anjar mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti.

Tidak hanya membantu proses kembalinya Anjar ke sekolah, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Pendidikan juga memberikan bantuan berupa seragam sekolah, sepatu, tas, buku tulis, serta berbagai perlengkapan sekolah lainnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan semangat baru bagi Anjar dalam mengejar cita-citanya.

Kepedulian Pemerintah, Pendidikan Anak Tidak Boleh Terhenti

Kehadiran Sekcam Galang Herman Kaya Siregar bersama perangkat Desa Bandar Kuala dalam mendampingi Anjar mendaftar sekolah merupakan bentuk perhatian pemerintah kecamatan terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan.

Upaya ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pihak sekolah dalam memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan.

Bencana alam tidak hanya mengakibatkan kerusakan rumah dan kehilangan harta benda, tetapi juga dapat mengancam keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga terdampak.

Karena itu, bantuan pendidikan bagi Anjar menjadi langkah penting untuk mencegah anak kehilangan masa depannya akibat keterbatasan ekonomi maupun musibah yang menimpa keluarganya.

Dari Musibah Menuju Harapan Baru

Kisah Anjar menjadi pengingat bahwa di balik musibah selalu ada harapan yang dapat dibangun melalui kepedulian dan kebersamaan.

Ketika sebagian warga Desa Bandar Kuala masih berjuang memulihkan kehidupan setelah diterjang banjir dan longsor, kesempatan Anjar kembali bersekolah menjadi kabar yang membawa semangat baru.

Perhatian Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan melalui bantuan pendidikan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi Anjar untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan meraih masa depan yang lebih baik.

Sebab, banjir boleh merenggut harta benda, kesulitan ekonomi boleh menghambat langkah, tetapi harapan dan cita-cita seorang anak tidak boleh ikut hanyut bersama derasnya air.

Kini, Anjar memiliki kesempatan baru untuk menata masa depannya. Dari Dusun II Desa Bandar Kuala, langkah kecil menuju ruang kelas itu menjadi awal perjalanan baru untuk menggapai cita-cita.

Pendidikan adalah harapan, dan kepedulian adalah jalan untuk mewujudkannya.(L bagus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *