![]()
Buser24.com | Manyak Payed (Aceh Tamiang).
Upaya pemulihan sektor pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana banjir hebat yang melanda pada akhir tahun 2025 terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara bertahap merealisasikan program revitalisasi sekolah yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen mengembalikan layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para peserta didik.
Program tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP yang tersebar di 12 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Sekolah-sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan hebat akibat terjangan banjir kini secara bertahap kembali dibangun melalui proses rehabilitasi dan revitalisasi.
Salah satu sekolah yang saat ini tengah menjadi perhatian adalah SMP Negeri 1 Manyak Payed Kabuapten Aceh Tamiang, terlihat Pengerjaan rehabilitasi fisik terus dipacu agar dapat selesai sesuai target sehingga aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung dalam lingkungan yang lebih layak, aman, dan representatif.
Pembangunan tersebut bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali semangat belajar bagi para siswa dan guru yang selama beberapa bulan harus menjalani proses pembelajaran dalam berbagai keterbatasan akibat dampak bencana.
Pemerintah melalui Kemendikdasmen memang menargetkan percepatan pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana agar peserta didik dapat segera menikmati fasilitas pendidikan yang lebih baik. Secara nasional, jumlah besar pusat pendidikan sekolah terdampak banjir diwilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah memperoleh bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai triliunan rupiah.
Di Kabupaten Aceh Tamiang sendiri, program revitalisasi menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan setelah banjir besar menyebabkan banyak ruang kelas, perabot sekolah, serta sarana penunjang pembelajaran mengalami kerusakan berat. Kini, perlahan tetapi pasti, wajah sekolah-sekolah mulai berubah menjadi lebih baik.
“Revitalisasi Adalah Investasi Masa Depan”
Keberhasilan program revitalisasi ini patut diapresiasi karena menunjukkan hadirnya negara di tengah masyarakat yang sedang bangkit dari bencana. Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Oleh sebab itu, memperbaiki sekolah bukan sekadar membangun gedung, melainkan membangun kembali harapan, semangat, dan masa depan generasi penerus bangsa.
Dengan ruang kelas yang layak, fasilitas belajar yang memadai, serta lingkungan sekolah yang lebih aman, diharapkan kualitas proses belajar mengajar akan semakin meningkat. Anak-anak dapat belajar dengan nyaman, sementara para guru lebih optimal dalam menjalankan tugas mendidik.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat diharapkan terus terjaga agar seluruh proses revitalisasi selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Aceh Tamiang.
Program revitalisasi ini menjadi bukti bahwa di balik musibah selalu ada harapan. Bangunan sekolah boleh sempat roboh diterjang banjir, tetapi semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak pernah ikut runtuh. Melalui revitalisasi yang terus berjalan, Aceh Tamiang sedang menata kembali masa depan pendidikan yang lebih kokoh, modern, dan berkualitas bagi generasi yang akan datang.
Disamping itu, Kepala Pelaksana pada program Revitalisasi SMP Negeri 1 Manyak Payed “Samsul” saat ditemui awak media Buser24.com di lokasi pekerjaan mengatakan bahwa proyek revitalisasi tersebut dilaksanakan dengan nilai anggaran sebesar Rp2.117.500.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menurutnya, ruang lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi 26 unit ruang kelas, 1 unit musala, 1 unit ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), 1 unit laboratorium komputer, 1 paket penataan lingkungan sekolah beserta drainase, serta pengadaan mebel (mobiler) untuk mendukung proses belajar mengajar.
“Sesuai kontrak kerja dari pihak kementerian, pelaksanaan proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender. Hingga saat ini pekerjaan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan,” ujar Samsul, Sabtu (18/07/26)
Ia mengakui, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala di lapangan, terutama keterlambatan pasokan material bangunan seperti semen dan pasir. Kondisi tersebut sempat memengaruhi kelancaran beberapa item pekerjaan, namun pihak pelaksana terus melakukan berbagai langkah antisipasi agar progres pembangunan tetap berjalan sesuai jadwal.
“Kami terus berkoordinasi dengan para pemasok material dan seluruh tim pelaksana agar hambatan yang ada dapat segera diatasi. Komitmen kami adalah menyelesaikan pekerjaan ini dengan tetap mengedepankan kualitas, sehingga hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan,” jelasnya.
Samsul berharap, proses revitalisasi ini dapat berjalan lancar hingga selesai tanpa hambatan berarti. Ia juga memohon dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah, pihak sekolah maupun masyarakat, agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.
“Harapan kami, setelah revitalisasi ini selesai, para siswa dan guru dapat menikmati fasilitas pendidikan yang jauh lebih baik, aman, nyaman, dan representatif. Semoga keberadaan gedung sekolah yang baru ini mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik serta melahirkan generasi Aceh Tamiang yang lebih unggul, berprestasi, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkas Samsul.
Reporter : Andi




















Komentar