![]()
Berau, Kalimantan Timur – Kerusakan portal di Pasar Haji Diliyas, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, yang terjadi sejak bulan Ramadhan lalu hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya kelalaian serta lemahnya pengawasan terhadap fasilitas umum di lingkungan pasar.
Hingga pertengahan April 2026, belum ada kejelasan mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Padahal, portal memiliki fungsi penting dalam mengatur akses keluar masuk kendaraan di area pasar.
Sejumlah pedagang dan warga mempertanyakan lambannya penanganan, mengingat kerusakan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa tindak lanjut yang jelas.
Awak media Buser24 melakukan konfirmasi kepada Kepala Pasar Haji Diliyas pada Jumat (17/4/2026). Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
“Masih dalam penyelidikan. Nanti kalau sudah selesai, akan segera diperbaiki,” ujarnya.
Namun pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru. Pasalnya, Kepala Pasar juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengetahui pelaku yang diduga terkait dengan kerusakan portal tersebut.
“Pelaku sudah diketahui,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian terkait siapa yang akan bertanggung jawab atas perbaikan maupun potensi kerugian yang ditimbulkan. Hal ini menimbulkan dugaan adanya pembiaran atau belum tegasnya penanganan dari pihak terkait.
Situasi ini juga membuka ruang pertanyaan publik mengenai sistem pengawasan fasilitas pasar serta kemungkinan adanya kelalaian dalam menjaga aset daerah. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat di Pasar Haji Diliyas.
Masyarakat berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah tegas, baik dalam menetapkan pihak yang bertanggung jawab maupun melakukan perbaikan secepatnya, agar fasilitas umum dapat kembali berfungsi optimal.(Fendy)
