Beranda SOSIAL BUDAYA Perut Membuncit Tanpa Gejala, Qaiff Bayi Lima Bulan Ini Butuh Uluran Tangan

Perut Membuncit Tanpa Gejala, Qaiff Bayi Lima Bulan Ini Butuh Uluran Tangan

BERBAGI

FPIISUMBAR.COM – Qaiff bayi mungil berusia lima bulan anak dari pasutri Windra (32) dan Ningsi Nofrida (36) asal Kampung Baru, Nagari Tuik IV Koto Mudiek, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pesse), Sumatera Barat, butuh uluran tangan para dermawan, karena saat ini Qaiff sedang dirawat di RSUP M.Djamil Padang, dan harus dioperasi tanpa memiliki BPJS.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Fpiisumbar.com bayi mungil dengan nama lengkap Qaiff Hanan Leandra terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Kota Padang, karena tiba-tiba perutnya membuncit tanpa ada gejala.

Akibat perut membuncit dengan tiba-tiba, Qaiff yang mengarang-ngarang kesakitan itu dibawah oleh kedua orang tuanya ke Puskesmas beberapa waktu lalu, dan dari Puskesmas Qaiff terpaksa harus dirujuk ke RSUD M.Zein Painan.

Kemudian, dari RSUD M.Zein Painan, Qaiff dirujuk lagi ke RSUP M.Djamil Padang, karena kondisi Qaiff kian melamah dan harus mendapatkan perawatan intensif.

“Setelah masuk ke RSUP M.Djamil Padang, ternyata penyakit yang diderita Qaiif beradasarkan diagnosa dokter, Qaiff mengalami intususepsi/invaginasi sekaligus hernia atau mengalami usus bergeser, dan untuk kondisi yang dialami Qaiff saat ini, ia mesti dioperasi secepatnya, “sebut Ibu Qaiff Ningsi Nofrida, Jumat (14/8/2020)

Diceritakannya, karena, kondisi yang dialami Qaiff sangat menghawatirkan dan semakin melemah. Tepat pada Sabtu (8/8/2020) kemarin, dokter menyarankan Qaiif harus segera di operasi.

Mendengar saran dokter seperti itu kata Ningsi, ia didampingi sang suami langsung meneteskan air mata.

Sebab, untuk dilakukannya tindakkan operasi. Ia mesti mengeluarkan biaya besar. Karena, Qaiif masuk RS dengan status pasien umum tanpa BPJS.

“Sempat disarankan mengurus BPJS oleh pihak RS dengan jangka waktu 3X24 jam. Tapi karena kondisi jauh dan masuknya pada hari libur, kita tidak bisa mengurus BPJS dengan jangka waktu yang ditentukan,”katanya

Karena tidak tegah melihat si buah hati dengan kondisi kian melemah, ia bersama sang suami nekat mengambil keputusan dan menyetujui saran dokter untuk dilakukan operasi pada Qaiff. Meski, tanpa BPJS dan harus dengan satatus pasien umum.

“Untuk operasi kemarin kami membuat perjanjian atas nama hutang dengan pihak rumah sakit, dan sampai sekarang berapa biaya operasi kemarin itu kami belum mengetahui, “ucap Ningsih

Lanjut Ningsih, menceritakan, setelah selesai menjalani operasi, Qaiff harus diberikan obat dengan harga 1,6 juta.

Lagi-lagi, karena kasih sayang dan menginginkan yang terbaik untuk Qaiff, ia bersama sang suami terpaksa harus berhutang kepada saudaranya yang ada  dikampung. Karena, mereka tidak memiliki lagi uang sebanyak itu.

“Untuk beli obat kami harus ngutang ke keluarga di kampung. Karena, uang kami waktu itu, tinggal hanya untuk makan saja,”ujarnya

Lanjutnya lagi, setelah dilakukan operasi sejak Sabtu lalu. Namun, kondisi Qaiff sekarang masih belum ada perubahan.

Melihat kondisi Qaiff yang belum ada perubahan, kemarin Jumat pagi dokter kembali menyarankan. Bahwa, Qaiff harus dioperasi lagi.

“Kami sudah tidak memiliki biaya lagi, sedangkan Qaiff kata dokter harus dioperasi lagi, dan juga ada beberapa obat yang harus dibeli lagi,”ujarnya lagi

Dengan kondisi sang anak semakin melemah dan bakal di operasi lagi, ia bersama sang suami saat ini hanya bisa pasrah dan berdoa kepada yang maha kuasa.

Sebab, selain kondisi si buah hati yang terbaring lemah, kondisi keuangannya saat ini menjadi beban yang sangat berat dirasakan oleh pasutri empat orang anak ini.

“Kami sangat membutuhkan bantuan dan doa dari para sanak saudra dan dermawan-dermawati. Kami sudah tidak memiliki biaya lagi untuk proses pengobatan bayi kami,”harapnya

Untuk itu, bagi para dermawan dan dermawan-dermawati mari sama-sama menyisihkan sedikit rezekinya, untuk membantu meringankan beban proses pengobatan bayi mungil Qaiff Hanan Leandra di RSUP M.Djamil Padang.

Catatan Redaksi : Kepada para dermawan yang hendak menyalurkan bantuan, guna membantu meringankan beban bisa menyalurkan bantuan, dapat menghubungi nomor ini, 0823-8471-5446 Ibu Qaiff Ningsi Nofrida,
Nomor Rek: 5480-01-006703-53-0 atas nama Ningsi Nofrida. (Tim Fpiisumbar)