![]()
Langkat – Upaya Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di wilayah Sei Lepan dan Babalan dalam membenahi wajah Kota Pangkalan Brandan mendapat apresiasi dari komunitas Forum Penertiban Peduli Brandan Teluk Aru dan sekitarnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, penataan kawasan kota, khususnya di jalur strategis seperti Jalan Thamrin hingga Jalan Wahidin, menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya kawasan tersebut terkesan semrawut dengan aktivitas pedagang yang kerap memanfaatkan bahu jalan hingga mengganggu arus lalu lintas, kini kondisinya jauh lebih tertib.
Pendekatan persuasif yang dilakukan Forkopimcam kepada para pedagang dinilai berhasil, sehingga menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi pengguna jalan sekaligus tetap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun di balik keberhasilan tersebut, masih terdapat pekerjaan rumah yang belum terselesaikan secara maksimal. Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, tepat di tikungan menuju kawasan tersebut, kondisi lama masih terlihat.
Sejumlah becak bermotor (betor) tampak parkir sembarangan di sisi jalan, bahkan hingga memakan badan jalan. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan beberapa mobil yang disebut-sebut milik oknum pengusaha, yang turut parkir di area tersebut.
Akibatnya, titik itu kembali menjadi rawan kemacetan dan berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada jam-jam sibuk. Ironisnya, lokasi tersebut berada di jalur vital yang seharusnya menjadi wajah awal dari penataan kota.
Sejumlah warga pun angkat suara dan berharap penataan dilakukan secara menyeluruh tanpa tebang pilih.
“Kalau memang mau ditata rapi, semua harus ikut aturan. Jangan pedagang saja yang ditertibkan, tapi parkir liar dibiarkan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa penataan kota bukan sekadar memindahkan persoalan dari satu titik ke titik lain. Ketegasan dan konsistensi dalam penegakan aturan dinilai menjadi kunci agar wajah kota tidak hanya terlihat rapi di sebagian wilayah, tetapi juga aman dan nyaman secara keseluruhan.
Publik kini menunggu, apakah “PR kecil” di tikungan tersebut segera diselesaikan atau justru dibiarkan menjadi catatan di tengah wajah baru Kota Brandan yang mulai tertata.
Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (24/4/2026), Camat Sei Lepan, M. Iqbal, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan pembenahan.
“Saat ini kami masih dalam tahap penataan. Dalam waktu dekat, kami akan kembali melakukan penertiban di lapangan dengan menyiapkan satu unit alat berat excavator. Tentunya akan kami awali dengan pemberitahuan kepada pihak terkait,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penertiban akan dilakukan tanpa tebang pilih.
“Tidak ada tebang pilih dalam penertiban,” tegasnya.
Reporter: Ucok Gultom
