![]()

LUBUK PAKAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya pada momen yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat seperti Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Pada momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemkab Deli Serdang menggelar Subsidi Pasar Murah serta meluncurkan program Pangan Keliling Murah dan Aman Deli Serdang (Panglima Deli) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, mengatakan kegiatan pasar murah dilaksanakan selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Maret 2026, di 20 kantor camat di Kabupaten Deli Serdang, kecuali Kecamatan Sibolangit dan Gunung Meriah.
“Pasar murah ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujar Bupati saat meninjau pasar murah sekaligus melaunching mobil Panglima Deli di Kantor Camat Lubuk Pakam, Jumat (13/3/2026).
Bupati mengimbau masyarakat yang ingin berbelanja di pasar murah agar terlebih dahulu memastikan dirinya terdaftar sebagai penerima manfaat melalui situs resmi pemerintah daerah serta membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) saat berbelanja.
Adapun sejumlah kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah tersebut di antaranya beras 5 kilogram seharga Rp52.000, minyak goreng Sunco 2 liter Rp35.000, gula pasir 1 kilogram Rp15.000, dan telur ayam satu papan Rp31.000.
Selain pasar murah, Pemkab Deli Serdang juga meluncurkan program Panglima Deli, yakni layanan pasar murah keliling yang menyediakan berbagai komoditas pangan strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, dan bawang merah dengan harga terjangkau.
“Program ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai inflasi serta pentingnya penggunaan layanan keuangan formal dan transaksi digital,” jelas Bupati.
Program Panglima Deli merupakan hasil kerja sama Pemkab Deli Serdang dengan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog), Bank Indonesia, dan Bank Sumut. Program ini dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun 2026 dengan frekuensi satu kali setiap minggu dan akan berkeliling ke berbagai kecamatan di Kabupaten Deli Serdang.
Selain itu, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan inklusi keuangan serta mendorong penggunaan transaksi non-tunai melalui skema pembayaran digital menggunakan QRIS dengan paket bundling transaksi Rp1.
Masyarakat yang melakukan transaksi menggunakan QRIS berkesempatan memperoleh paket bundling atau souvenir sebagai bentuk apresiasi sekaligus stimulus agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital.
Beberapa komoditas yang dijual melalui mobil Panglima Deli antara lain beras SPHP 5 kilogram seharga Rp56.500, MinyaKita Rp14.500 per liter, telur ayam Rp48.000 per papan, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Kegiatan pasar murah dan program Panglima Deli tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Evi, warga Kelurahan Cemara, Lubuk Pakam, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Dengan adanya subsidi pasar murah ini kami merasa sangat terbantu, apalagi menjelang Lebaran. Dampaknya sangat membantu keuangan kami karena biasanya harga di pasar lebih mahal. Terima kasih kepada Bapak Bupati Deli Serdang, semoga kegiatan seperti ini sering dilaksanakan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Fahrendi, warga lainnya. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut untuk membantu masyarakat kecil.
“Program ini sangat membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah, apalagi saat harga kebutuhan pokok sedang naik. Harga beras di sini jauh lebih murah dibanding di pasar. Kami berharap program ini dapat terus berkelanjutan,” ungkapnya.(LB)
