Beranda POLITIK Maju Dua Tokoh Terbaik Sumbar Dari Birokrat Dan Pengusaha Untuk Cagub –...

Maju Dua Tokoh Terbaik Sumbar Dari Birokrat Dan Pengusaha Untuk Cagub – Wagub Periode 2020 – 2025

BERBAGI

FPIISumbar.com,Sumbar – Majunya dua tokoh terbaik Sumbar itu ditandai dengan deklarasi pasangan tokoh birokrat dan pengusaha itu untuk merebut tiket Calon Gubernur-Wakil Gubernur periode 2020-2025.

Bupati Solok dua periode Gusmal mendeklarasikan maju sebagai calon gubernur Sumatera Barat (Sumbar) berpasangan dengan Suherman (pengusaha) di sebuah resto di Kota Solok, Rabu (5/8/2020).

Pendeklarasian sebagai bakal calon gubernur Sumbar, tentulah bukan tanpa perhitungan. Bahkan sama matangnya dengan kalkulasi politik yang ditawarkan tokoh pengusaha asal Batusangkar itu ketika menjatuhkan pilihan kepada Gusmal.

“Kita sepakat bersama Pak Gusmal karena adanya komunikasi bathin untuk melangkah ke bursa pemilihan kepala daerah,“ kata Suherman.

Atas kekuatan hubungan batin yang melahirkan rasa saling percaya, pihaknya berkomitmen untuk membangun dan membesarkan Sumatera Barat sampai tahun 2025.

“Sejauh ini sudah ada yang deklarasi, baik independen maupun dengan partainya. Kita berdua menyatakan maju. Bapak Gusmal sebagai Balon Gubernur, saya sebagai wakilnya. Kami minta doanya,” ujarnya.

Suherman mengaku akan berjuang sampai titik darah penghabisan, termasuk memperjuangkan kendaraan politik melalui pendaftaran ke partai yang berkoalisi dalam poros baru. Jumat besok ia akan melakukan pendaftaran ke Partai Koalisi Poros Baru.

H. Suherman bergelar adat Tuanku Rajo Disambah dari nagari Parambahan, Kecamatan Limokaum, Kabupaten Tanah Datar, merasa nyaman dan optimis maju bersama Gusmal. Selain seorang birokrat senior, Ketua LKAAM Kabupaten Solok itu juga merupakan tokoh terbaik hari ini di Solok Raya.

Dengan latar belakang seorang pengusaha yang bergerak dalam bidang  jasa konstruksi Nasional di Jakarta, Suherman mengaku  mulai memasuki wilayah politik sejak tahun 2018, saat bergabung dan mengikuti pemilihan legislatif dengan PKB.

Atas kekuatan hubungan bathin yang melahirkan rasa saling percaya, pihaknya berkomitmen untuk membangun dan membesarkan Sumatera Barat sampai tahun 2025. “Pak Gusmal adalah Bupati Solok dua periode. Saya yakin beliau punya basis massa yang kuat di kawasan Solok Raya,” bebernya.

Mantan politisi PKB yang kini merapat ke Partai Golkar ini menegaskan, hingga hari ini belum ada satupun pasangan calon yang bisa dipastikan menggenggam kepastian partai hingga mendaftar ke KPU.

Atas alasan itu, ia berkeyakinan, peluang untuk mendapatkan tiket ke pentas Pilkada masih terbuka lebar. “Peluang itu masih terbuka, setidaknya melalui poros baru yang kini diusung tiga partai; Golkar, PKB dan Nasdem. Kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan,” beber Suherman.

Menanggapi itu, H. Gusmal Dt. Rajo Lelo mengaku pihaknya tidak sekadar melakukan deklarasi pasangan Balon Gubernur, sekaligus meminta izin dari seluruh komponen masyarakat.

Gusmal menyebutkan, saat ini kandidat yang muncul dalam panggung Pilgub, hanya didominasi oleh kandidat dari wilayah Dapil dua Sumbar.

Kondisi ini seakan mengenyampingkan potensi politik dari Dapil I Sumbar terutama wilayah Solok Raya hingga ke Dharmasraya.  “Ini adalah potensi bagi kita untuk menggalang kekuatan pemenangan pada Pilgub nanti,” ujarnya.

Atas kenyataan itu, deklarasi yang diiringi dengan sesi tanya jawab itu, dijawab Gusmal dengan berbagai langkah dan strategi untuk bagaimana membangun dan mengembangkan potensi Sumbar.

Menurutnya, untuk membangun dan melakukan perbaikan-perbaikan di Sumbar tidak putus oleh Gubernur dan Wakil Gubernur saja, tetapi perlu kerjasama dengan bupati/walikota dan semua komponen masyarakat. “Jika nanti diamanahkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, kita akan membangkitkan dan membangun Sumbar dengan berbasis nagari,” ucap Gusmal.

Birokrat senior itu bahkan sampai menggambarkan rancangan pembangunan dengan menguatkan RPJMD Sumbar sesuai potensi daerah dengan berbasis nagari.

Gusmal mengaku akan mengangkat potensi-potensi Sumbar untuk lebih maju, termasuk bagaimana membangun bidang budaya dan pendidikan guna mewujudkan generasi berkualitas. “Kita akan naikkan program sekolah umum berbasis pesantren ke tingkat provinsi, sebagai usaha menciptakan generasi yang berkualitas,” jelasnya.(Team FPII)