![]()
BUSER24.COM, Lombok Timur: Menghadapi dampak kemarau panjang yang menyebabkan penurunan debit sejumlah sumber mata air, PDAM Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat strategi pelayanan guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Berbagai langkah antisipasi mulai dilakukan, mulai dari rekayasa jaringan distribusi, optimalisasi sumber air yang masih stabil hingga menyiapkan pelayanan air melalui mobil tangki untuk menjangkau wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, mengatakan penurunan debit air di sejumlah sumber mata air menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menjaga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan.
Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam.
Rekayasa jaringan terus dilakukan agar distribusi air tetap berjalan, terutama di wilayah Kota Selong dan sekitarnya.
“Kami terus berupaya mengatur distribusi melalui rekayasa jaringan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Memang belum sepenuhnya normal, tetapi berbagai langkah terus kami lakukan untuk menjaga kebutuhan pelanggan,” ungkap Sopyan, Senin (5/10/2026).
Selain melakukan pengaturan distribusi, PDAM juga menyiapkan dua unit mobil tangki untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Prioritas distribusi diarahkan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan, khususnya kawasan Lombok Timur bagian selatan.
Namun, keterbatasan armada menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian. Dua mobil tangki yang dimiliki PDAM saat ini diketahui telah berusia lebih dari 20 tahun sehingga membutuhkan dukungan pembaruan dari pemerintah daerah.
Menurut Sopyan, penambahan armada mobil tangki sangat penting untuk memperkuat respons pelayanan, terutama ketika sejumlah wilayah mengalami kekurangan air akibat faktor cuaca maupun penurunan debit sumber mata air.
Di sisi lain, PDAM Lombok Timur juga terus memetakan potensi sumber air yang tersebar di tiga zona pelayanan, yakni wilayah utara, tengah dan selatan. Dari hasil pemantauan, beberapa sumber mengalami penurunan debit, sementara sumber lainnya masih relatif stabil.
Kondisi tersebut mendorong PDAM untuk terus mencari alternatif sumber air baru yang memiliki debit memadai dan berkelanjutan.
Langkah ini dinilai penting bukan hanya untuk menghadapi kemarau, tetapi juga menjawab peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih.Terlebih, jumlah masyarakat yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan sambungan PDAM saat ini telah melampaui 2.000 kepala keluarga (KK).
“Kami terus berupaya menemukan sumber-sumber air baru yang debitnya stabil agar kapasitas pelayanan bisa ditingkatkan. Kebutuhan masyarakat terus bertambah, sementara daftar tunggu sambungan saat ini sudah lebih dari 2.000 kepala keluarga,” jelasnya.
Sopyan menegaskan, penguatan infrastruktur sumber air dan jaringan distribusi menjadi kebutuhan mendesak agar PDAM mampu meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam penambahan armada tangki dan pengembangan sumber air baru, dapat mempercepat pemerataan pelayanan air bersih bagi masyarakat Lombok Timur.
Bagi PDAM Lombok Timur, tantangan kemarau bukan hanya soal menjaga air tetap mengalir, tetapi juga bagaimana memastikan kebutuhan masyarakat terus terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan layanan.(Alfatih)
Editor:AS
















Komentar