![]()
BUSER24.COM, Lombok Timur (NTB) – Upaya penyelundupan warga negara asing (WNA) melalui jalur laut kembali digagalkan aparat kepolisian. Satpolairud Polres Lombok Timur berhasil mengamankan enam WNA tanpa dokumen resmi yang kedapatan singgah di wilayah pesisir Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur.
Keenam WNA tersebut diketahui menggunakan sebuah kapal penangkap ikan dan diduga hendak menuju Australia melalui jalur laut. Dari hasil pemeriksaan awal, para WNA itu masing-masing berasal dari empat warga negara Pakistan, satu warga negara Eritrea, dan satu warga negara Kenya.
Penangkapan dilakukan pada Minggu malam, 11 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 Wita di wilayah perairan Ekas, Kecamatan Jerowaru, setelah polisi menerima laporan dari masyarakat pesisir.
Kapolres Lombok Timur, AKBP Komang Sarjana, SIK., SH, mengungkapkan bahwa keberadaan para WNA tersebut pertama kali diketahui warga Desa Pulau Maringkik yang melihat kapal asing sempat singgah di wilayah mereka.
“Berawal dari informasi masyarakat di Desa Pulau Maringkik, kemudian anggota kami langsung melakukan patroli dan penyisiran di wilayah pesisir Kecamatan Jerowaru dan Kecamatan Keruak,” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Setelah berhasil diamankan, petugas melakukan pemeriksaan intensif terhadap keenam WNA tersebut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa mereka tidak memiliki dokumen keimigrasian yang lengkap.
“Setelah dipastikan mereka tidak dilengkapi dokumen resmi, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Mataram untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, keenam WNA tersebut telah diserahkan kepada pihak Imigrasi Mataram pada Senin malam untuk proses hukum dan administrasi keimigrasian lebih lanjut. Dalam kesempatan itu, Kapolres Lombok Timur juga mengapresiasi peran aktif masyarakat pesisir yang cepat memberikan informasi kepada aparat kepolisian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat pesisir yang telah membantu memberikan informasi. Kami berharap kerja sama ini terus terjaga demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dari potensi penyelundupan imigran ilegal,” tegasnya.(Sa)
