![]()
Buser24com. SELATPANJANG – Ratusan pekerja panglong arang di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mendadak kehilangan mata pencaharian pasca penutupan operasional oleh pihak penegak hukum. Dampaknya langsung terasa ke dapur rumah tangga mereka.
Curhatan para pekerja dari Desa Banglas Barat, Desa Batin Suir, Desa Kundur, dan Desa Sokop viral di media sosial sejak Jumat 16/5/2026. Isinya seragam: meminta wakil rakyat dan Pemda segera memulihkan pekerjaan di panglong arang.
Kami hanya mencari kebutuhan sehari-hari, bukan cari kekayaan. Kami tidak punya apa-apa selain kerja di panglong arang,” tulis salah satu pekerja dalam pesan yang diterima awak media.
Efek Domino ke Ekonomi Pesisir.
Penutupan panglong arang membuat ribuan warga pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari mencari bakau sebagai bahan baku arang kehilangan pekerjaan. Bagi mereka, ini bukan soal pekerjaan biasa, tapi sumber nafkah satu-satunya.
Kita tidak boleh membiarkan hal ini sepele. Efeknya sangat besar terhadap pekerja. Kita harus punya hati nurani, kasihan mereka putus pekerjaan,” kata seorang sumber kepada awak media.
Sebagian pekerja meminta Pemda memberikan bantuan sembako sementara sambil menunggu kepastian apakah panglong arang bisa dibuka kembali atau ada alternatif pekerjaan lain.
Pendataan Masih Berjalan di Tingkat Desa.
Kepala Desa Kundur dan Kepala Desa Batin Suir membenarkan bahwa pendataan warga terdampak masih berlangsung.
Sebelumnya, Komisi II DPRD Kepulauan Meranti telah melakukan pendataan dan mencatat ada 1.726 buruh panglong arang yang terdampak. Data itu sudah disampaikan ke Pemkab sebagai bahan pertimbangan kebijakan.
Pemkab Meranti sendiri sudah bergerak lebih dulu. Pada 13/5/2026, Pemkab menyalurkan bantuan pangan kepada 93 KK atau 363 jiwa di Desa Sesap yang terdampak. Bantuan berupa satu papan telur, 2 kg gula, 0,25 kg kopi, dan makanan bergizi untuk anak juga diberikan.
Namun, pekerja dari desa lain menilai bantuan itu belum merata dan mendesak Pemda memperluas cakupan.
Desakan Solusi Jangka Pendek & Panjang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Meranti, Ifwandi, sebelumnya menyatakan Pemkab bersama DPRD terus mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar masyarakat terdampak bisa kembali memiliki sumber penghasilan.
Kami bersama DPRD terus berupaya mencari solusi konkret agar masyarakat terdampak bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya,” ujarnya saat penyaluran bantuan di Sesap.
Di sisi lain, Pemkab juga menyalurkan BPNT melalui Bulog kepada 178 KK berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Program ini diharapkan berlanjut setiap tahun.
Warga: Jangan Biarkan Kami Terlunta-lunta.
Harapan para pekerja kini tertuju pada hasil pendataan dan keputusan Pemkab. Mereka meminta langkah cepat, konkret, dan tidak bertele-tele.
Harapan saya pada Pemda dan wakil rakyat secepatnya dapat mengatasi keluhan para pekerja di sektor lingkungan panglong arang,” ujar sumber tersebut…***zamri***
