![]()
BUSER24.COM, Lombok Timur: Di tengah ancaman kemarau berkepanjangan yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih, PDAM Kabupaten Lombok Timur terus bergerak mencari solusi untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni mengaktifkan kembali mata air Ambung di Kecamatan Pringgasela, yang berada tidak jauh dari wilayah Desa Masbagik. Pengoperasian kembali sumber mata air yang cukup lama tidak dimanfaatkan tersebut mulai dilakukan sejak Senin (19/10/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis PDAM Lombok Timur dalam menambah dukungan pasokan air baku, sekaligus mengantisipasi dampak penurunan debit sejumlah sumber mata air akibat musim kemarau.
Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, S.Kep., Ners, mengatakan bahwa pengaktifan kembali mata air Ambung merupakan salah satu bentuk keseriusan perusahaan dalam mencari alternatif sumber air demi menjaga pelayanan kepada pelanggan.
Menurutnya, kondisi cuaca yang cukup ekstrem dan berlangsung dalam waktu panjang menjadi tantangan tersendiri bagi PDAM dalam mempertahankan stabilitas distribusi air bersih.
“Kami terus berupaya mencari solusi agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan. Pengaktifan kembali mata air Ambung ini merupakan salah satu langkah yang kami tempuh untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan akibat musim kemarau,” ujarnya.
Sopyan juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang selama beberapa waktu terakhir mengalami gangguan maupun penurunan kelancaran aliran air. Ia memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang tidak bisa ditunda.
Dalam proses pengaktifan kembali mata air tersebut, PDAM Lombok Timur juga mendapat dukungan dan keterlibatan unsur TNI, Polri serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sinergi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya memperlancar pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Pengaktifan kembali mata air Ambung diharapkan dapat menjadi tambahan kekuatan bagi sistem penyediaan air bersih PDAM Lombok Timur, khususnya dalam menghadapi keterbatasan pasokan selama musim kemarau.
Meski demikian, PDAM tetap perlu melakukan pemantauan terhadap kapasitas sumber air dan efektivitas penyalurannya agar manfaat pengoperasian tersebut dapat dirasakan secara optimal oleh pelanggan.
Sopyan menegaskan, pihaknya akan terus mengupayakan berbagai langkah teknis untuk menjaga keberlangsungan pelayanan. Baginya, keterbatasan sumber air akibat faktor alam bukan alasan untuk berhenti berinovasi dan mencari jalan keluar.
Upaya menghidupkan kembali mata air Ambung ini sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan pelayanan air bersih membutuhkan kerja nyata, kolaborasi, serta keseriusan dalam mengoptimalkan setiap potensi sumber daya air yang tersedia di Lombok Timur.(Alfatih)
Editor:AS
















Komentar