![]()
Buser24.com | Aceh Tamiang.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, bersama Wabup Ismail, SE.I, mendampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, dalam Apel Pembukaan Gelombang III Satuan Tugas Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Halaman Istana Benua Raja, Sabtu (4/4/26).

Bupati Armia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri, Wakil Gubernur Aceh, serta seluruh praja IPDN yang telah berkontribusi dalam proses pemulihan pasca banjir.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat serta seluruh praja IPDN yang telah bekerja keras membantu masyarakat Aceh Tamiang,”ujar Bupati.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa penugasan praja IPDN dilakukan dalam tiga gelombang. Gelombang I difokuskan pada pembersihan kawasan perkantoran, gelombang II menjangkau lingkungan masyarakat dan gelombang ke III diarahkan pada penanganan wilayah terdampak berat, khususnya endapan lumpur di permukiman warga serta kawasan Istana Benua Raja yang bernilai sejarah ” Terang tito
Tito juga mengatakan “Target utama kita adalah menyelesaikan titik-titik yang masih tertutup lumpur, termasuk yang sudah mengeras.
“Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah dengan dampak bencana cukup serius sehingga memerlukan penanganan berkelanjutan. Pelaksanaan Gelombang III direncanakan berlangsung selama satu bulan di Dusun Amalia dan Dusun Bahagia. Apabila pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, tim akan dialihkan ke wilayah lain yang juga membutuhkan bantuan,”kata Tito saat Pelaksanaan Apel.
Selanjutnya Tito juga mengingatkan para praja agar bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga kesehatan, serta menjunjung tinggi disiplin selama menjalankan tugas.
Untuk mendukung kegiatan di lapangan, Kementerian Dalam Negeri telah menyiapkan berbagai peralatan, mulai dari alat manual hingga alat berat dan dump truck.
Sebanyak 731 praja pratama dan 37 ASN Kemendagri diterjunkan dalam Gelombang III ini dengan fokus pada pembersihan lumpur, perbaikan drainase, serta pemulihan akses lingkungan guna mempercepat normalisasi aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah ini dapat mempercepat penanganan pascabencana secara optimal, sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman.
Rep : Andi
