oleh

Bukan Sekadar Razia, Propam Polres Aceh Tamiang Perkuat Disiplin dan Integritas Personel

Loading

Buser24.com | Aceh Tamiang.

Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Aceh Tamiang melaksanakan kegiatan Penegakan, Ketertiban, dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel Polres Aceh Tamiang, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan internal guna memastikan setiap anggota Polri senantiasa menjaga kedisiplinan, integritas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kasi Propam Polres Aceh Tamiang, IPTU Asril, S.H., tersebut menyasar sejumlah aspek penting, mulai dari sikap tampang, kerapian seragam dinas, kelengkapan administrasi pribadi, hingga pemeriksaan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan surat-surat kelengkapan lainnya.

Tidak hanya sebatas pemeriksaan fisik dan administrasi, Si Propam juga melakukan pemeriksaan terhadap telepon seluler (HP) personel sebagai langkah pencegahan terhadap potensi keterlibatan dalam praktik judi online, pinjaman online ilegal, serta penyalahgunaan media sosial yang dapat berdampak terhadap kedisiplinan dan citra institusi Polri.

Selain itu, personel juga menjalani pemeriksaan dan tes urine sebagai langkah deteksi dini untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan kepolisian.

Rangkaian pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa anggota Polri tidak hanya dituntut menegakkan hukum di tengah masyarakat, tetapi juga harus mampu menunjukkan kepatuhan terhadap hukum, etika, dan aturan dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., melalui Kasi Propam IPTU Asril, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Gaktibplin merupakan wujud komitmen Polres Aceh Tamiang dalam memperkuat pembinaan serta pengawasan internal terhadap seluruh personel.

“Kegiatan Gaktibplin merupakan langkah pembenahan internal untuk memastikan setiap personel Polri senantiasa mematuhi aturan, menjaga integritas, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas. Pemeriksaan ini juga menjadi langkah pencegahan agar personel tidak terlibat dalam judi online, penyalahgunaan narkoba, pinjaman online ilegal, maupun pelanggaran lainnya,” ujar IPTU Asril.

Ia menegaskan bahwa setiap personel Polri memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik institusi serta mempertahankan kepercayaan masyarakat melalui sikap, perilaku, dan pelaksanaan tugas yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa menjaga disiplin, etika, dan perilaku, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

“Disiplin Personel Menjadi Fondasi Kepercayaan Masyarakat”

Pelaksanaan Gaktibplin tidak semestinya dipandang hanya sebagai pemeriksaan rutin atau formalitas administratif. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan instrumen penting untuk membangun budaya disiplin, memperkuat integritas, serta mencegah potensi pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi kepolisian.

Dalam perspektif pelayanan publik, keteladanan aparat penegak hukum menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Polisi yang bertugas menegakkan hukum dituntut untuk terlebih dahulu menunjukkan kepatuhan terhadap aturan, menjunjung tinggi etika, serta menghindari perilaku yang bertentangan dengan hukum.

Pemeriksaan terhadap potensi keterlibatan judi online, pinjaman online ilegal, penyalahgunaan narkotika, maupun pelanggaran penggunaan media sosial juga menjadi langkah pencegahan yang relevan di tengah perkembangan teknologi dan berbagai risiko di ruang digital.

Namun, keberhasilan Gaktibplin tidak cukup diukur dari seberapa sering pemeriksaan dilaksanakan, melainkan juga dari konsistensi pengawasan dan tindak lanjut terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan. Pembinaan yang berkelanjutan diperlukan agar disiplin tidak hanya muncul ketika ada pemeriksaan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja setiap personel.

Pengawasan internal juga harus dilaksanakan secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur. Dengan demikian, penegakan disiplin tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pencegahan, pembinaan, dan perbaikan perilaku.

Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat terhadap Polri dibangun melalui tindakan nyata, bukan semata-mata melalui pernyataan atau slogan. Kedisiplinan personel, ketegasan dalam menindak pelanggaran, serta kualitas pelayanan yang adil dan humanis merupakan hal-hal yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui kegiatan Gaktibplin tersebut, Polres Aceh Tamiang diharapkan terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan personel yang berintegritas, profesional, dan bertanggung jawab. Sebab, menjaga marwah institusi kepolisian merupakan tanggung jawab bersama, yang harus dimulai dari kepatuhan setiap anggota terhadap aturan dan diwujudkan melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(Andi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *