![]()
MERANTI/ BUSER24COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting dengan mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera, Kamis (27/8/2026).
Rakor yang dipusatkan di Provinsi Sumatera Utara tersebut diikuti Pemkab Meranti dari Kantor Bappedalitbang Kepulauan Meranti secara daring.
Delegasi Pemkab dipimpin Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti, Atan Ibrahim . Turut hadir Plt. Kepala Bappedalitbang Kep. Meranti M. Sakinulwadi, S.H.I., Sekretaris Badan, para Kepala Bidang, JF Madya, serta perwakilan PD TP3S Kabupaten Kepulauan Meranti.
Bahasa Data dan Strategi Baru.
Rakor regional ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, BKKBN, dan pemerintah provinsi se-Sumatera. Fokus pembahasan meliputi analisis data prevalensi stunting, penguatan kelembagaan TP3S, konvergensi program lintas OPD, hingga strategi intervensi berbasis desa.
Asisten III Atan Ibrahim dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Pemkab Meranti terus mendorong penguatan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Penurunan stunting tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi, ada data yang valid, dan ada intervensi yang tepat sasaran mulai dari hulu. Kita di Meranti siap menguatkan kembali komitmen bersama,” ujar Atan.
Fokus Intervensi dan Edukasi.
Sementara itu, Plt. Kepala Bappedalitbang M. Sakinulwadi menambahkan, hasil rakor akan menjadi bahan evaluasi dan penyusunan program prioritas 2027. Beberapa poin penting yang ditekankan yakni peningkatan cakupan layanan kesehatan dasar, pemenuhan gizi, sanitasi, serta edukasi kepada calon pengantin dan keluarga berisiko.
“Kita akan tindaklanjuti hasil rakor ini dengan rapat internal bersama OPD terkait. Tujuannya agar program yang dijalankan benar-benar menyentuh sasaran dan berdampak langsung pada penurunan angka stunting di Meranti,” kata Sakinulwadi.
Pemkab Kepulauan Meranti menargetkan penurunan stunting secara berkelanjutan melalui pendekatan konvergensi, dengan melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan keluarga.
Melalui forum regional ini, Pemkab Meranti juga memperkuat jejaring dan pertukaran praktik baik antar daerah di Sumatera dalam upaya mencapai target nasional zero stunting baru. (ZAMRI).
















Komentar