![]()
Pesisir Selatan, Sumbar – AJAK (Aliansi Jurnalis Anti Korupsi) selama proses pilwana di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat menemukan banyaknya timbul permasalahan yang tidak dapat diselesaikan baik di tingkat Nagari, Kecamatan dan Kabupaten.
Ini menunjukan lemahnya SDM terkait pelaksanaan pilwana serentak 93 nagari di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat.
Soni,S.H.,M.H.,.M.Ling Ketua Umum Aliansi Jurnalis Anti Korupsi kepada awak media ,Rabu 28/10/2026 mengatakan kasus dugaan politik uang dalam pilwana serentak hampir 90% terjadi, tetapi pengawas pemilu nagari tidak ada satupun yang melakukan tindakan atas pelanggaran tersebut.
Soni menerangkan ada beberapa oknum pengawas pemilu dan petugas kpps diduga melakukan kecurangan begitu juga panitia penyelenggara pilwana dan ini hasil investigasi organisasi Anti Korupsi dan laporan langsung masyarakat kepada organisasi kami,”terangnya
Yamg lebih parahnya lagi setelah pilwana selesai pihak penyelenggara sepakat membuat peryataan untuk menolak setiap ada calon wali nagari yang ingin melakukan sanggahan terhadap hasil pilwana yang diduga ada kecurangan saat pelaksanaannya tersebut.
Dan pihak pemerintah daerah juga ikut serta menyetujui untuk menolak segala sanggahan yang dilakukan oleh setiap calon walinagari yang keberatan atas hasil pemilihan yang dilakukan.
Seolah-olah pilwana di pessel sukses tetapi kenyataanya banyak menimbulkan dan meninggalkan masalah yang sampai hari ini tidak ada penyelesaiannya.
Memberikan uang, bingkisan atau hadiah dan menjanjikan jabatan kepada seseorang adalah salah satu pelanggaran berat dalam pilwana tetapi tidak satupun kasus ada yang naik, ini karena pihak penyelengara di beberapa nagari juga ada yang terlibat langsung ikut mendukung salah satu calon agar calon tersebut bisa menang,”tegas Soni
Yang parahnya lagi sebagai pengawas pilwana malah ikut mengarahkan agar memilih salah satu calon dan ini terjadi di salah satu nagari di kecamatan silaut.
Tapi kasus ini juga tidak ada tindakan tegas dari pemerintah daerah dan kecamatan seolah-olah pilwana serentak ini sukses tetapi ternyata meninggalkan banyak permasalahan yang tidak ada ujung penyelesaiannya sampai saat ini.(Team Redaksi)
Penulis: Soni,S.H.,M.H.,M.Ling
Ketua Umum Aliansi Jurnalis Anti Korupsi






















Komentar