![]()
Buser24com. Meranti – Di balik bau asam dan tumpukan limbah ampas sagu yang sering menggunung di sekitar pabrik tepung sagu, tersimpan potensi besar yang belum banyak dimanfaatkan peternak: pakan ternak ruminansia murah dan bergizi.
Pengamat peternakan Oegeng Entelemi mengaku ide ini muncul dari rasa penasaran saat melihat UKM pengolah sagu di beberapa daerah.
Beberapa tempat yang membuat tepung sagu sering kali ditemui menggunungnya limbah sagu, ada beberapa yang terpakai tapi nyaris sebagian besar tidak termanfaatkan,” tulisnya dalam artikel 17 Agustus 2017.
Kondisi ini jadi peluang besar, terutama saat musim kemarau tiba dan hijauan pakan sulit didapat.
Kandungan Nutrisi: Rendah Protein, Tinggi Serat & Pati
Hasil penelitian di beberapa wilayah menunjukkan ampas sagu memiliki protein kasar 0,83–3% dan serat kasar 11,4–18,8%. Angka ini memang rendah untuk protein, tapi kandungan pati yang tersisa cukup besar untuk memenuhi kebutuhan energi ternak.
Komoditas yang paling memungkinkan untuk memanfaatkan adalah ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Tingkat optimalisasi pemakaian bahan ini sangat besar dengan adanya proses fermentasi rumen,” jelas Oegeng.
Artinya, ampas sagu tidak cocok untuk ayam atau babi, tapi sangat pas untuk sapi, kambing, dan domba yang punya sistem pencernaan rumen.
Fermentasi: Kunci Naikkan Protein Jadi 14%
Masalah utama ampas sagu ada di serat kasarnya yang tinggi. Solusinya ada di proses fermentasi dan amoniasi.
Penelitian Kasmirah D. dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu menunjukkan, fermentasi ampas sagu menggunakan _Aspergillus niger_ dan penambahan urea hingga 3% bisa meningkatkan protein kasar dari 3% menjadi 14%.
Proses ini juga memecah serat kasar sehingga lebih mudah dicerna ternak. Fermentasi bisa dilakukan sederhana: campur ampas sagu basah dengan urea dan inokulan, simpan dalam drum tertutup 7–14 hari.
Cukup pas apabila limbah ampas sagu yang telah terolah tadi disandingkan bersama dengan konsentrat ruminansia pada konsep peternakan yang mengaplikasikan complete feed,” tulis Oegeng.
Dalam sistem ini, ampas sagu berperan sebagai sumber serat dan bulky untuk rumen, sementara konsentrat menyediakan protein, mineral, dan energi utama.
Dosis Aman: 40-45% dari Total Ransum
Berapa banyak ampas sagu yang boleh diberikan? Penelitian memberikan jawaban jelas.
1. Sapi Onggole : Aman diberikan sampai level 45% dari ransum.
2. Kambing Potong : Penelitian Loka Penelitian Kambing Potong oleh Simanuhuruk dkk menunjukkan ampas sagu bisa dipakai sampai 40% dalam pakan pellet komplit.
Bahan ini diposisikan sebagai bahan alternatif pengganti sumber energi dan serat pakan. Langkah ini akan sangat membantu peternak pada saat ketersediaan bahan sumber serat sulit didapatkan dan pada masa kemarau,” tulis Oegeng.
Peluang Ekonomi untuk Daerah Penghasil Sagu
Riau, Kepulauan Riau/Meranti , dan Maluku adalah sentra sagu nasional. Artinya, bahan baku ampas sagu tersedia gratis atau sangat murah. Peternak tinggal menjalin kerja sama dengan UKM sagu untuk mengambil limbah yang biasanya dibuang.
Dengan biaya pengolahan rendah, peternak bisa memangkas biaya pakan hingga 20-30%. Ini krusial saat harga konsentrat dan hijauan melambung..
1. KENAPA AMPAS SAGU?.
Limbah pengolahan tepung sagu yang biasanya dibuang ternyata bisa jadi pakan ternak sapi, kambing, domba, dan kerbau.
Kelebihan:.
Gratis/murah, banyak tersedia di daerah penghasil sagu
Mengandung pati sebagai sumber energi
Cocok untuk musim kemarau saat hijauan langka
Bantu kurangi pencemaran lingkungan
Kandungan Nutrisi:.
Protein kasar: 0,83 – 3%
Serat kasar: 11,4 – 18,8%
Pati: Masih cukup tinggi
2. CARA FERMENTASI SEDERHANA.
Fermentasi wajib dilakukan untuk naikkan protein & turunkan serat kasar.
Bahan:.
Ampas sagu basah 100 kg
Urea 2-3 kg
Inokulan: _Aspergillus niger_ / EM4 100 ml
Air secukupnya
Langkah:.
1. Campur rata ampas sagu, urea, dan inokulan
2. Masukkan ke drum plastik, padatkan
3. Tutup rapat kedap udara
4. Simpan 7-14 hari
5. Ciri berhasil: Bau asam manis, warna cokelat, tidak berjamur
Hasil fermentasi: Protein naik jadi ±14%_
3. DOSIS & CARA PEMBERIAN.
Jenis Ternak Maksimal dalam Ransum Catatan
Sapi Onggole 45% Campur dengan konsentrat
Kambing/Domba 40% Gunakan untuk pakan pellet komplit
Penting:.
Jangan kasih 100% ampas sagu. Harus dicampur konsentrat, mineral, garam
Perkenalkan ke ternak bertahap 7-10 hari
Uji coba dulu pada 1-2 ekor
4. MANFAAT UNTUK PETERNAK.
1. Hemat biaya pakan. 20-30% saat musim kemarau
2. .Jaga kondisi ternak. tetap sehat dan gemuk
3. Olah limbah jadi uang. – bisa jual pakan fermentasi ke peternak lain
4. Ramah lingkungan. – kurangi limbah UKM sagu.
5. HAL YANG HARUS DIHINDARI.
– Memberikan ampas sagu tanpa fermentasi
Ampas sagu berjamur atau berbau busuk
Memberikan lebih dari 45% dalam ransum
Tidak mencampur dengan konsentrat dan mineral.
KONTAK & SUMBER.
Disusun berdasarkan penelitian:_
Kasmirah D., Fak. Pertanian Universitas Bengkulu
Simanuhuruk dkk., Loka Penelitian Kambing Potong…
Editor…..zamri.
