![]()
BERAU, KALTIM | Buser24.com — Kondisi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi sorotan tajam awak media. Bangunan yang seharusnya menjadi fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat itu diduga tidak terawat dan kini dipenuhi rumput liar.
Dari pantauan di lokasi, bangunan Poskesdes terlihat tidak terurus. Rumput dan semak belukar tumbuh tinggi di sekitar area, bahkan menutupi akses masuk hingga nyaris tidak terlihat. Hal ini mengindikasikan minimnya perawatan terhadap fasilitas tersebut.
Berdasarkan informasi dari papan kegiatan yang terpasang di lokasi, proyek tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat dan fasilitas publik tahun anggaran 2025, dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp186 juta yang bersumber dari dana SILPA 2024 dan ADD 2025, serta dikerjakan secara swakelola.
Namun, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik dengan tujuan pembangunan. Fasilitas yang dibangun dengan anggaran negara itu kini terkesan terbengkalai dan tidak dimanfaatkan secara optimal.
Seorang warga sekitar yang ditemui awak media pada Minggu (05/04/2026) menyampaikan kekecewaannya.
“Dulu sempat dipakai waktu ada KKN, tapi setelah itu tidak ada lagi aktivitas. Sekarang sudah penuh rumput, dari belakang sampai depan, bahkan jalan masuknya saja tidak kelihatan,” ungkapnya.
Warga pun mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran dalam pembangunan fasilitas tersebut. Mereka menilai, jika tidak dirawat dan dimanfaatkan, maka pembangunan tersebut berpotensi menjadi pemborosan keuangan negara.
“Kalau memang sudah dibangun dengan anggaran, harusnya dirawat dan digunakan. Jangan sampai uang negara terkesan terbuang percuma,” tambah warga lainnya.
Awak media menilai, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah kampung maupun dinas terkait di Kabupaten Berau. Transparansi dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran dinilai penting agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Awak media juga mendesak pihak terkait untuk segera turun ke lokasi guna melakukan evaluasi serta memberikan penjelasan resmi kepada publik terkait kondisi Poskesdes tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kampung maupun instansi terkait mengenai penyebab terbengkalainya fasilitas tersebut.(Fendy)
