![]()
BUSER24.COM, Lombok Timur – PDAM Lombok Timur terus menunjukkan perkembangan positif dalam meningkatkan pelayanan air minum dan air bersih bagi masyarakat. Pertumbuhan jumlah pelanggan yang signifikan, peningkatan kinerja perusahaan, hingga pengakuan atas kondisi keuangan yang sehat menjadi catatan penting dalam perjalanan perusahaan daerah tersebut.
Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, mengatakan bahwa peningkatan kinerja perusahaan merupakan hasil dari komitmen seluruh jajaran dalam menghadirkan pelayanan air bersih yang semakin baik, merata, berkelanjutan, dan memenuhi standar kesehatan bagi masyarakat.
Komitmen tersebut, kata Sopyan, juga menjadi bagian dari kontribusi PDAM Lombok Timur dalam mendukung pembangunan daerah serta pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyediaan kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam Rapat Pertanggungjawaban Direksi dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PDAM Lombok Timur yang digelar di Selong, sejumlah capaian strategis perusahaan turut dipaparkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Konsultan Akuntan Publik (KAP), PDAM Lombok Timur berhasil memperoleh opini “Wajar” sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP). Sementara hasil evaluasi BPKP Perwakilan Nusa Tenggara Barat terhadap Tahun Buku 2025 menempatkan PDAM Lombok Timur dalam kategori “Sehat” berdasarkan indikator kinerja BPPSPAM.
Selain itu, perusahaan juga memperoleh klasifikasi “Cukup” sesuai Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi PDAM Lombok Timur sebagai salah satu perusahaan air minum daerah dengan kinerja terbaik di Nusa Tenggara Barat.
Namun, salah satu indikator paling nyata dari meningkatnya kinerja perusahaan adalah terus bertambahnya kepercayaan masyarakat.
Pada tahun 2024, jumlah pelanggan PDAM Lombok Timur tercatat sebanyak 29.036 sambungan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 36.339 pelanggan pada 31 Desember 2025, atau bertambah sebanyak 7.303 pelanggan.
Pertumbuhan itu kembali berlanjut sepanjang tahun 2026. Hingga Juli 2026, jumlah pelanggan kembali mengalami penambahan sebanyak 5.059 sambungan, sehingga total pelanggan yang dilayani PDAM Lombok Timur mencapai 41.389 pelanggan. Pertumbuhan ribuan pelanggan tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih terus meningkat, sekaligus menjadi tantangan bagi PDAM untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga.
Dewan Pengawas PDAM Lombok Timur, H. Mulyadi, menyampaikan bahwa hasil pengawasan selama Tahun Anggaran 2025 menunjukkan kegiatan perusahaan, mulai dari bidang perencanaan, teknik, administrasi keuangan hingga operasional, telah berjalan sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, pengembangan pelayanan ke depan membutuhkan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Daerah, terutama dalam penguatan regulasi dan fasilitasi program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Sementara itu, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang diraih PDAM Lombok Timur. Ia menilai data dan perkembangan yang disampaikan jajaran direksi merupakan kondisi nyata yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.
Bupati juga mengapresiasi langkah cepat manajemen PDAM dalam merespons berbagai keluhan masyarakat, khususnya terkait gangguan pelayanan dan kebocoran jaringan pipa.
Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian yang diraih tidak membuat jajaran perusahaan terlena. Menurut Bupati, tantangan pelayanan air bersih ke depan masih cukup besar, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca dan potensi musim kemarau.
“Capaian yang telah diraih harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik. PDAM harus tetap melakukan langkah-langkah antisipasi, mitigasi, serta menyiapkan solusi konkret untuk memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan,” tegasnya.
Selain persoalan ketersediaan air, perhatian juga diarahkan pada perlindungan jaringan perpipaan PDAM yang kerap terdampak proyek pembangunan infrastruktur, seperti pelebaran jalan maupun pembangunan gorong-gorong.
Bupati meminta agar setiap pelaksanaan proyek pembangunan yang berpotensi bersinggungan dengan jaringan perpipaan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan PDAM.
Kontraktor juga diharapkan bertanggung jawab terhadap setiap kerusakan jaringan yang ditimbulkan akibat kegiatan pembangunan.
Pemerintah Daerah pun akan mendorong penguatan regulasi sebagai payung hukum untuk memastikan perlindungan terhadap aset dan jaringan pelayanan air minum.
Dalam rapat tersebut, persoalan piutang pelanggan juga menjadi salah satu perhatian. Nilai piutang yang belum tertagih disebut mencapai sekitar Rp11 miliar. Pemerintah daerah bersama manajemen PDAM diharapkan dapat mencari solusi yang tepat, termasuk menyiapkan kebijakan yang tetap memperhatikan kondisi masyarakat berpenghasilan rendah yang mengalami kesulitan ekonomi.
Dengan jumlah pelanggan yang kini telah menembus lebih dari 41 ribu sambungan, PDAM Lombok Timur dihadapkan pada tantangan baru untuk terus memperkuat sumber air, jaringan distribusi, kapasitas produksi, serta kualitas pelayanan.
Pertumbuhan perusahaan tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah pelanggan dan capaian kinerja keuangan, tetapi juga dari kemampuan PDAM menjaga kepercayaan masyarakat dengan memastikan air bersih tetap mengalir hingga ke rumah-rumah warga.
Rapat pertanggungjawaban dan RUPS PDAM Lombok Timur tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Bidang Perekonomian, organisasi perangkat daerah terkait, serta jajaran direktur BUMD.
Ke depan, PDAM Lombok Timur diharapkan terus memperkuat transformasi pelayanan sebagai salah satu perusahaan daerah yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung pembangunan Lombok Timur yang semakin maju.(Alfa)
Editor:AS





















Komentar