![]()
Batu Bara, Buser24.com —Musibah laut kembali terjadi di perairan Kabupaten Batu Bara. Sebuah kapal nelayan KM Nuansa Surya dilaporkan karam setelah diterjang angin kencang dan ombak besar di perairan dekat Pulau Salah Nama, Rabu malam (21/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan satu orang anak buah kapal (ABK) meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Ruslan alias Ilan (50), warga Dusun I Desa Pahang, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara. Korban dilaporkan hanyut dan tenggelam saat kapal yang ditumpanginya mengalami pecah pada bagian badan kapal akibat hantaman ombak.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, KM Nuansa Surya merupakan kapal pukat teri yang saat kejadian membawa 38 orang ABK. Saat cuaca memburuk, kapal tak mampu bertahan hingga akhirnya karam di tengah laut.
Kapolsek Labuhan Ruku, Kompol Cecep Suhendra, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa insiden terjadi secara tiba-tiba saat cuaca ekstrem melanda perairan Batu Bara.
“Benar, kapal KM Nuansa Surya dengan 38 ABK karam setelah badan kapal pecah diterjang ombak besar. Dalam kejadian itu, satu orang nelayan meninggal dunia,” ujar Kompol Cecep, Kamis (22/1/2026).
Berdasarkan hasil investigasi awal Polsek Labuhan Ruku, saat kapal mulai tenggelam seluruh ABK berupaya menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Namun nahas, korban Ruslan diketahui tidak mahir berenang, sehingga terseret arus dan tenggelam.
Salah seorang ABK bernama Yusri sempat melihat korban sebelum tenggelam dan langsung berusaha memberikan pertolongan dengan merangkul tubuh korban. Yusri kemudian membawa korban menuju tepi Pulau Salah Nama (Salah Namo).
“Meski sempat diberikan pertolongan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan,” jelas Cecep.
Sementara itu, ABK lainnya segera menghubungi kapal nelayan di sekitar lokasi menggunakan handy talky (HT) untuk meminta bantuan. Tak berselang lama, satu unit kapal nelayan datang ke lokasi dan mengevakuasi seluruh ABK, termasuk korban yang telah meninggal dunia.
L
Kapal penolong kemudian bertolak menuju Pelabuhan Tanjung Tiram dan tiba sekitar pukul 22.00 WIB. Setibanya di darat, jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum.
“Setelah proses visum selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak,” pungkas Kapolsek Labuhan Ruku.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, mengingat gelombang tinggi dan angin kencang masih kerap terjadi di perairan wilayah Sumatera Utara.
(Nando Sagala)
