![]()
Buser24.com | Aceh Tamiang.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang secara resmi meminta dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia dalam upaya pemulihan pascabencana banjir bandang. Pemkab setempat juga berharap BAZNAS RI dapat berkontribusi dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi ribuan masyarakat Aceh Tamiang yang kehilangan tempat tinggal akibat diterjang Banjir Bandang.
Permohonan tersebut langsung disampaikan oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, dalam rapat koordinasi bersama Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., dan Komisioner BAZNAS RI, Saidah Sakwan, di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Senin (5/1/26).
“Berdasarkan data sementara, hampir 15.000 rumah warga rusak, hilang, atau hanyut akibat terjangan banjir bandang pada November 2025 lalu. Kondisi ini mendesak, sehingga kami sangat berharap BAZNAS RI dapat membantu penyediaan hunian yang layak bagi warga terdampak,” ujar Syuibun Anwar dalam pertemuan tersebut.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Aceh Tamiang telah menyiapkan sejumlah lahan strategis untuk lokasi pembangunan. Lahan tersebut tersebar di beberapa titik, di antaranya di kawasan Upah, Kampung Bundar Kecamatan Karang Baru, serta Kampung Aras Sembilan Kecamatan Bandar Pusaka.

Plt. Sekda menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai pihak terus diperkuat. Saat ini, Danantara telah membangun 600 unit Huntara di Upah. Selain itu, komitmen bantuan Huntap juga telah datang dari Kemensos, Yayasan Buddha Tzu Chi, BNPB, dan lembaga lainnya.
Merespons permintaan tersebut, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyatakan komitmennya untuk membangun sekitar 125 unit Huntap di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Hunian tetap yang akan kami bangun dirancang dalam bentuk kompleks yang dilengkapi dengan fasilitas ibadah, seperti mushala atau masjid. Kami berharap Pemkab Aceh Tamiang dapat memastikan ketersediaan lahan agar proses pembangunan dapat segera dimulai,” jelas Prof. Noor Achmad.
Senada dengan hal tersebut, Komisioner BAZNAS RI, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa fokus utama BAZNAS saat ini adalah mempercepat penyediaan Hunian Tetap agar warga terdampak dapat kembali memiliki tempat tinggal yang permanen dan aman.
Sebelum melaksanakan rapat koordinasi, rombongan BAZNAS RI didampingi jajaran Pemkab Aceh Tamiang juga menyempatkan diri meninjau langsung kondisi di SDN 1 Percontohan Karang Baru dan Pesantren Darul Mukhlisin di Kampung Tanjung Karang untuk melihat dampak kerusakan fasilitas pendidikan.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman warga dapat berjalan cepat tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat segera beraktivitas normal kembali.
Repoerter : Andi
Sumber : Humas Setdakab Aceh Tamiang.
